Demi waktu…

Sungguh kita termasuk orang yang merugi…

Sungguh amat sangat merugi kalau kita tidak bisa memanfaatkan sisa hari-hari kita dalam menjalani ritual kehidupan di dunia ini.… ya itulah kiranya (mungkin) yang mendasari tulisan ini muncul fi hadzihi sfahhah.. (di halaman web ini..). Saya ingin membagi perenungan saya terhadap pemahaman bahasa Arab dengan ‘waktu’ … saya pernah silaturrahim dengan seorang alim. Singkatnya tiba di sana saya diajak ngobrol…

“Mas, sampeyan tahu gak kenapa ada isim (noun;kata benda) dan fi’il (verb;kata kerja)?” Tanya orang itu (tambahan yang bahasa inggrisnya dari saya lo..)

“…, …, …. (1, 2, 3, n)” saya terbengong.

“Kenapa ya? Kq belum pernah diajarkan tentang itu..” batin saya

Akhirya setelah saya mendesak kemudian beliau menjelaskan. Ringkasnya seperti berikut ini.

Dalam bahasa Arab dikenal ada kata benda dan kata kerja

(kali ni saya bahas kata kerja)

Kata kerja dalam bahasa arab disebut Fi’il

Yang terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Fi’il Madhi (kata kerja bentuk lampau)
2. Fi’il Mudhari (kata kerja bentuk sekarang/akan datang)
3. Fi’il amar/nahi (kata kerja bentuk perintah/larangan)

Semuanya berpangkal kepada WAKTU…

Kenapa Allah menciptakan fi’il (kata kerja)…?

Dan bagaimana kita menyikapi nikmat ni….?

Ternyata itu ada hubungannya dengan aktivitas kita sehari-hari. Sebagai seorang muslim sangat ditekankan untuk menerungi masalah WAKTU sebagaimana firmannya dalam Alquran Surat Al Ashr

Betapa diingatkan kalau kita MERUGI kalau tidak mengingat WAKTU……..

Betapa diingatkan kalau kita MERUGI kalau tidak mengisi WAKTU…….

Betapa diingatkan kalau kita MERUGI kalau tidak memanfaatkan WAKTU…….

Lalu bagaimana cara kita memanfaatkan waktu…?

Ternyata dari pembagian yang sudah Allah tamsilkan pada bentuk fiil, hendaknya kita:

1. Terhadap MADHI (masa lalu kita), senantiasa ingat kesalahan-kesalahan kita, sehingga kita akan termotivasi untuk memperbaikinya
2. Terhadap MUDHARI’ (yang kita lalui sekarang/detik ni), senantiasa pilah Mana Madu, Mana Racun… agar kita selamat
3. Terhadap MUSTAQBAL (masa yang akan datang), senantiasa kita pasang RAJA’/TARAJJIY yaitu harapan, khusnudzon, doa, optimis kepada Allah…Janganlah memasang harapan yang tidak mungkin terjadi (TAMANNIY) karena itu dilarang Allah….

Bagaimana senantiasa kita bisa mengontrolnya dalam hitungan detik…

INGAT NAFAS KITA

Ingat dengan jam yang sudah disediakan Allah dalam tubuh kita, detik jantung

Dan gerakan nafas

NafaS ada 3

1. nafas yang baru saja kita hembuskan (madhi)
2. nafas yang sedang kita lakukan (mudhari’)
3. nafas yang akan kita hirup kembali (mustaqbal)

Ingat setiap pergerakan nafas dengan ALLAH …..

Kiranya dengan menjalankan hal itu, setiap detik yang kita jalani akan lebih terasa. Akhirnya sesuai dengan judul yang saya pakai, membuat kita selalu lebih dapat mensyukuri detik demi detik yang dikaruniakan Allah melalui geraka nafas kita. Sehingga wal akhir kita merasa menjadi orang sudah ‘amat tua renta’ mengingat sudah berapa juta kali kita menghembuskan nafas kita melalui detik demi detik..

Semoga bermanfaat..

Wallahu a’lamu bishshawab..