Didekat tempat tinggal kami ada anak muda yang meninggal dunia,Si Urip namanya umur dua puluhan. tinggal bersama dengan empat orang bersaudara namun kehidupannya amat kurang.

Banyak orang yang datang berta’jiah kerumah duka lantaran semasa hidupnya ia tergolong anak yang mudah bersahabat, suka membantu teman dan sering ke masjid.

setelah dimandikan lalu dikafani tanpa diketahui ia sudah dikafani oleh pihak keluarganya sebagian orang melihat bertanya – tanya.

” kenapa kain kafannya kotor sudah usang yah?” tanya sambil berbisik pada yang lain.

” mungkin mereka tidak punya uang, mas” jawab temannya.

“mestinya warga sini peduli atas kehidupan mereka yang begitu minim” ucapnya lagi.

” iya mas, tapi waktu sudah terlanjur mau disholati dan dikubur” sambung temannya.

rupanya sudah banyak yang tahu kalau kain yang dipakaikan si mayit kain usang.

saat ingin dikuburkan dan dimasukkan dalam liang lahat. tidak sedikit yang membicarakan soal kain kafan yang sudah usang.

setelah di kubur dan ditinggalkan orang – orang pejiarah, konon setelah di tinggalkan dalam langkah ketujuh malaikat datang dan menanyakan orang orang yang meninggal saat itu serta dikumpulkan dan ditanya satu persatu. bagi mereka yang tidak bisa menjawab akan dicambuk dan akan ditempatkan pada kegelapan sampai waktu yang ditetapkan.

si Urip anak baru dikuburan( sebut saja ABK, anak baru kuburan ) ia dan yang baru lainnya berkumpul jadi satu, siUrip bergabung dengan yang baru baru tanpa menghiraukan kebaya kafannya yang dipakai. yang lain kain kafannya baru – baru dan bersih sementara Urip dekil kotor bin usang.

Malaikat mulai memanggil dan menanyakan satu per satu:

” kamu maju….xxxx…zzzz….yyyy …, iya selesai, kamu lulus ” seru malaikat.

“kemudian ” kamu no dua, maju……xzxzxxxx…zyzyzxx….yyyy.., iya selesai, kamu lulus”. ucap malaikat.

kini saatnya giliran si Urip yang berbaris pada urutan ke tiga.

hatinya mulai goyah dan gemetar melihat tampang malaikat yang wibawa.

” Kamu kesini!! “, pinta Malaikat

” Iya Malaikat, ada apa yah? “, tanya si Urip

” kamu tahu aturan nggak!!.. kalau kain yang sudah usang disebelah kiri…” saut Malaikat

” oh gitu yah”, jawab Urip.

“oh gitu..oh gitu..cepat saya nggak ada waktu, masih ada proyek lain ” jawab malaikat sambil kesal.

” eeeehh…kenapa kamu tidak pindah juga kesebelah kiri,… kan sudah saya bilang kalau kain yang sudah usang disebelah kiri,dan saya tidak akan bertanya kepada mereka – mereka yang senior, .. apa kamu tidak mengerti?”, pinta Malaikat sambil mengingatkan si Urip.

” baik malaikat, kain ku benar udah usang..mm.., jadi aku pindah ya” ucap si Urip.

” iya, pindah “, jawab malaikat

” iya malaikat”, jawab si Urip

hehe…ada untungnya juga kain kafan usangku ini, aku dianggap senior disini..hehe…lumayan.aku jadi lolos dari pertanyaan malaikat.

si Urip bersyukur . kain kafan usangku telah meloloskanku dari intrograsi Malaikat….

 

By Me