Coba perhatikan dan renungkan, bagaimana seseorang dibuat tidak mencintai sesuatu yang seharusnya ia cintai, bagaimana dia dijauhkan dari rasa kecintaannya terhadap sesuatu ?

Ternyata rumusnya : perbanyaklah hal-hal yang gampang disenangi, sehingga orang dengan gampang meninggalkannya. Dan itulah yang terjadi saat ini.

Dulu semua orang tahu kalau tanggal 5 Oktober itu hari ABRI, 10 nopember hari pahlawan, 1 Juli hari kelahiran Pancasila, dll. Sekarang ? sudah tidak ada yang merasa kehilangan, jarang yang ingat lagi. Karena orang-orang membuat hal-hal baru yang nampaknya lebih mendunia, hari Buruh, Hari HAM, Hari Valentin, Hari anti merokok, dan lain-lain peringatan lainnya, sehingga yang seharusnya benar-benar menjadi momentum sejarah sudah banyak dilupakan.

Dulu amat sakralnya orang mencintai, rasa kepemilikan terhadap masjid, Sekarang ? masjid menjadi ajang untuk rebutan takmir, rebutan menjadi pengurus. Tapi yang benar-benar memiliki masjid sudah tidak ada.

Dulu betapa indahnya orang sekolah. Pulang sekolah makan siang dirumah, kemudian sholat, istirahat sejenak, dilanjutkan sekolah arab atau mengaji. Sekarang ? anak-anak diwajibkan mengikuti tambahan pelajaran disekolah, kursus matematika, bahasa inggris, pramuka, les menghadapi ujian, dll. Bagaimana anak-anak memiliki masa bermain ?
Sehingga jadilah anak-anak kita tidak memiliki tata karma & akhlaq yang bagus, bahkan malah sembrono..

Dulu betapa malunya orang menuding yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar, tapi  sekarang bukan hal yang tabuh membolak balikan fakta demi duniawi semata bahkan memproklamirkan diri menjadi tokoh yang disegani dan ditakuti bukan di sayangi. Sekarang banyak pemimpin baik lower, middle maupun top managemen yang arogan terhadap kekuasaan, mencaci, memaki bukan lagi disampaikan dengan baik, tulus, mahal pujian terkecuali yang mampu menyanjung dirinya. inilah fenomena yang ada kini. kemanakah kebijaksanaan ?

Ayo kita dalam berislam dan beribadah, itu yang kafah, menyeluruh, komprehensif. Maka untuk itu mari kita senantiasa meningkatkan semangat kita mencari ilmu agama,

Sekarang banyak ilmu semakin hilang.

Itulah sebabnya kita perlu mengingat sudah berilmukah kita ?