Awal PKL bulan April s/d Mei 2010 seluruh siswa sekolah Menengah Kejuruan di Tanggerang Banten mulai  melaksanakan praktek kerja industri .

Ada siswa yang begitu diam dan alim sebut saja namanya SI MOLEN . si Molen dan teman teman PKL mulai tanggal 4 April 2010  di MISI SONOH di daerah perapatan neraka bintaro . dan dimulai dari tanggal 4 April 2010 mulai ditempatkan pada bagian yang berbeda . ada dibagian Customer Service, ada di bagian gudang dan ada di bagian Administrasi.

Kelompok ini terdiri dari 5 orang dengan tempat unit yang berbeda – beda sementara si Molen dan teman satu lagi di bagian gudang. mereka memiliki tenaga kuli yang dapat mengangkat berton ton, katanya..

Esoknya mereka mulai bekerja layaknya karyawan dan benar – benar bekerja tidak seperti pada instansi pemerintah yang pada umumnya banyak menganggurnya dari pada bekerjanya. namun demikian di instansi atau di perusahaan swasta sama – sama mereka mendapatkan pengalaman yang berharga, seperti  bersosialisasi dengan waktu, bersosialisasi dengan karyawan, bersosialisasi dengan pekerjaaannya. dan juga dengan situasi dan kondisi di tempat mereka Praktik.

Sebulan telah berlalu di lalui dengan lancar dan sukses . ternyata memasuki bulan Mei perjalanan PKL cukup baik dan lancar. alhasil mereka pun mendapatkan sedikit uang lelah.

“Alhamdulillah, dapet juga.. ” celetuk si Molen.

menginjak bulan Mei ada salah satu pejabat ulang tahun yang dirayakan dengan meriah, dirayakan dilokasi tak jauh dari tempat perusahaan yaitu di daerah Tegal Rotan dekat jembatan Sirathalmustaqim. Konon daerah itu terkenal dengan wanitanya, tanda kutip.

tidak  terkecuali disamping karyawan yang di undang para siswa pun juga turut di ajak untuk memeriahkan acara ulang tahun midle managemennya.

mereka kaget ternyata disana ada cewek – cewek sexy yang membuat para hidung belang jelalatan. diam – diam si Molen mulai ada rasa suur.rr…

“wah boleh juga nih tempat…ckckck..wanitanya” bisik Si Molen dalam hati.

dan sorenya ia pulang bersama temannya jalan kaki melalui jalan tersebut. tak lama perjalanan mereka dicegat oleh para jablay ( konon orang menyebutnya demikian ) .

“wah kita dicegat nih Lon ama cewek , gimana nih , kita pura – pura cuek aja dan percepat jalan kita yuuk” saut temannya kepada Molen.

” udahlah gak papa, emang kenapa..” jawab Molen.

” nggak, gua gak mau , tuh cewek berani banget, tar kalo ada apa-apa gua nggak tanggung ” celetuk temannya. Saat ini si Molen nurut aja apa kata temannya. akhirnya mereka pun selmat dari jerat cewek.

Si Molen adalah anak yang cukup Alim dan rajin ibadah,  semua teman – temannya kenal siapa si Molen demikian juga dengan para guru. hampir seluruh guru hingga kepala sekolah tahu tentang pribadi si Molen yang taat dan Alim. setiap pengajian selalu diikuti dengan baik. bahkan teman – temannya pun disuruh mengikuti pengajian dan ibadah bersama di salah satu masjid dekat rumahnya.

pagi – pagi si Molen bangun mempersiapkan diri untuk kembali Prakerin di perapatan neraka Bintaro tepatnya di PT. MISI SONOH. tak lupa kebiasaan Molen sebelum berangkat, ia selalu  sholat dan berdoa serta pamitan dengan orang tua lebih dulu.

bekerja bersama teman teman sungguh mengasikkan dan rupanya si Molen juga kenal dengan karyawan – karyawan disana cukup dekat.

hari mulai sore, saatnya berkemas – kemas untuk pulang. Teman – teman molen saat itu pulang lebih dulu karena Molen tak mau diajak bareng dengan alasan ada perlu dengan teman kenalannya.

hari menjelang gelap Molen mulai melangkahkan kakinya keluar dari gudang PKLnya.

“aku mau lewat jalan perapatan neraka Bintaro ah, siapa tahu aku dicegat dan aku..hmmm” bisiknya.

ternyata rasa ingin melihat para Jablay tak mampu di padamkan, suasana hati mulai kaco antara ya dan tidak. lama berfikir …zzzz…zz..xxx…

rasa nekad mulai menghantui…dan…

“hallo sayang..” cegat Jabaly bahenol yang mengetahui karakter diamnya Melon, sambil memegang dan mengelus dada Molen .  Sepertinya molen tak pernah dengar dan tak pernah dapat sapaan mesrah dan perhatian mesra dari orang seputar kehidupannya. Antara bingung dan nikmat .. (antar neraka dan surga kaliii..) antara gersang dan rimbun. antara ragu dan tidak  ia menerima kata mesra itu dengan senyuman. karuan saja si jablay menjadikan Molen bulan – bulanan  . Jablay lebih menguasai kondisi Molen yang haus kasih sayang . mungkin saat itu Molen beranggapan serius terhadap wanita itu, karena kurangnya pengalaman dan pergaulan di arena maksiat, so Molen pun terlena dengan bujuk rayuan gombalnya. lama ngobrol keduanya disudut jalan . tak lama Hp pun melayang entah bagaimana bisa seperti itu. rupanya Si mOlen harus menebus dengan sejumlah uang jika mengambil hpnya kembali.

tentu sudah terjadi permainan peremasan sekwilda antara si jablay dan Molen, ulah jablay yang memancing nafsu Molen akhirnya Molen pun takluk .

pulang mulai larut malam semenjak Molen kenal dengan wanita – wanita di perapatan neraka Bintaro. Entah kenapa begitu luluh lantahnya iman yang di gembleng di tata hancur tak karuan oleh gairah sex Jablai.

karena Faktor X itu perilaku Molen mulai berubah, yang biasa tidak pinjam pinjam duit dia mulai berani pinjam duit – pinjam duit dengan alasan untuk beli buku pelajaran. semua barang yang di tangan ludes di ambilnya .

memang jika kita sudah hilang kesadaran dan hati kita tidak ada lagi Yang Maha Kuasa dan ada yang lain mengisi hati di hari – harinya maka wajar jika kekacauan dalam hidup menghampirinya.

sewaktu ketika si Molen memegang Oli, terdengar dari seorang supir .

“Lon ambil aja itu oli, kamu jual kemana ke.. gak apa – apa” ucap supir kepada Molen. dengan lugunya di ambil Oli dan dibawa pulang. dia pikir ini dapat dijadikan modal buat nemuin jablay . segera niatannya untuk menjual Oli gemuk tersebut di areal Prakteknya.

tak menyangka perbuatan Molen diketahu oleh sekuriti PT MISI SONOH. perbuatannya menyebabkan ia di usir dari PKLnya dan tidak diperbolehkan melanjutkan Praktiknya. dan esoknya mulai diusut segera dipanggil guru pembimbing PKL.

Pembimbing sekolah dan orang tua molen tidak tahu menahu tentang perbuatan Molen dengan Jablay selama ini.

semua urusan akhirnya diselesaikan di sekolah dan di peusahaan MISI SONOH.

Alhasil Molen pun mengakui bahwa Molen pernah bermain dengan jablai ( tak tahu maksudnya bermain, mungkin baru sekwilda saja ) serentak kaget dibuatnya orang tua yang selama ini ia Alim , pendiam , dan rajin Ibadah kini ia hanyut oleh perbuatan maksiat sesaat.  berawal dari Gemuk atau Oli yang diambil lalu diusut dan di telusuri mengapa ia mulai berani menjual dan meminjam uang. akhirnya terbongkar perbuatan yang selama ini ditutup rapat.

sungguh walaupun pandai tupai melompat ahirnya jatuh juga. dan kini mulai terbongkar awal permasalahannya.

dengan Gemuk / Oli lah perbuatan maksiat Molen terbongkar. Alhamdulillah ia tidak melakukan perbuatan yang lebih jauh layaknya suami istri. guru dan Orang tua menasihati memberikan pelajaran dan hampir ia dikeluarkan dari sekolah lantaran perbuatan maksiat tersebut.

kini ia menangisi perbuatan yang diperbuatnya, menyesali dan tidak akan mengulang kembali. InsyaAllah. semoga benar adanya..Amiin.

kesimpulan:

Sesungguhnya Allah masih sayang pada Molen, karena tidak telanjur basah dan terlalu dalam . tapi jika Allah membiarkan perbuatan ini ditutup entah sekarang dimana ia rimbahnya? mungkin di polisi , mungkin digebuki oleh para penjaga jablai.

Ingat bahwa ujian didunia bagi kaum lelaki adalah Harta, Tahta, dan Wanita.           jangan pernah bermain – main dengan api nanti terbakar. jauhi dan tetap bersandar pada Allah. karena masa depan siswa siswi masih panjang, masih ada hari esok buat kalian . dan isilah hari – hari dengan kesungguhan. karena gambaran masa depan anda ada di gambaran hari ini. baik gambaran hari ini maka baiklah gambaran masa depanmu.

peristiwa diatas telah mencoreng dirinya ibarat “Hujan sepanjang tahun basah dengan Hujan sehari” .

By Me