Banyak kisah makhluk jail di dunia fana ini yang bukan saja dirasakan oleh satu dua orang tetapi sudah banyak pula yang merasakan keberadaannya. mulai dari dulu hingga sekarang kejadian demi kejadian selalu manjadi bahan mistis yang mengerikan untuk sebagian orang. perbedaan kejadian mistis dulu dengan sekarang mungkin dapat dipahami melalui penangananya.

dalam kisah ini akan diceritakan sebuah cerita tindihan atau rep – rep yang konon katanya berarti ditindihin makhluk ghoib sehingga tidak bisa bergerak bahkan ingin bicara pun sulit kala tidur. konon katanya ditindihin oleh makhluk tinggi besar alias raksasa, ada yang bilang ditindihin oleh banyak makhluk dan ada yang mengatakan ruhnya dipegang, dan alasan lainnya.

Makhluk – makhluk mengganggu manusia saat tidur ataupun saat melamun atau kosong pikiran.

memang beberapa orang mengatakan bahwa ditindihan makhluk namanya ” Rep – Rep” ada yang bilang “Tindihan”

awal proses tindihan biasanya :

– Tidur tidak baca doa

– Tidur dalam keadaan kotor terutama kotor bathin

– Masih terbawa masalah saat tidur

– Langsung tidur setelah bersetubuh, dan belum disucikan

– Tidak membersihkan menstruasi dengan baik

– Terbawanya najis dalam tidur

hal – hal tersebut diatas merupakan diantara keadaan banyak yang disukai oleh para Jin.

namun sebagian berpendapat bahwa manusia tersebut memiliki wadah yang sama artinya manusia yang suka didatangi dan suka diganggu biasanya mereka yang memiliki aura yang cocok dan pas buat Jin ( Aura = cahaya pelindung diri).

tentu cahaya sesungguhnya tertutup atau terhalangi dengan kotoran bathin yang meliputi diri. Tindihan terjadi tidak memandang tua ataupun muda.

Namun pada jaman sekarang jaman yang begitu komplek serba tidak karuan banyak orang tua yang menitipkan anak dengan pegangan ilmu yang dimilikinya ataupun di tularkannya dan atau dengan caranya sendiri yaitu dengan menggunakan pegangan. kalau dilihat secara kasad mata maka akan tampak sebuah Jin berada disekitar diri anak, ini biasa disebut dengan Khodam. mereka tidak tahu dampak dari itu semua. mereka pikir dengan dijaga khodam akan aman. Jawabnya ? belum tentu dan bahkan tidak sama sekali. karena semua tergantung dari kehendak Allah. dan bagaimanan anak – anak mengisi proses waktu – waktunya.

bagi yang kurang mengerti mengenai hal – hal yang berbau mistis/ ghaib, salah salah malah menjadi bumerang buat anaknya

Anak adalah amanah yang dititipkan Allah kepada para orang tua. Baik tidaknya seorang Anak tergantung bagaimana orang tua mengukirnya, jika dihitamkan maka jadilah ia hitam jika putih maka jadilah ia putih tinggal bagaimana orang tua mengukirnya. namun lebih yakin lagi bahwa manusia merupakan wayang yang sudah ada garis hidupnya, semua tergantung dari maha sang dalang. namun yang dimiliki oleh manusia hanya sebuah doa dan usaha. Inilah sebuah proses hidup bagi manusia dalam menggapai kesuksesan dunia dan akherat. maka bukanlah hasil yang di pikirkan dan bukan hal masa depan yang ditunggu tunggu, tetapi bagaimana kita mengisi prosesnya. baik tidaknya masa depan akan tergambar dimasa kini, saat ini merupakan gambaran kelak. jika proses kini dijalankan dengan sungguh – sungguh maka kebahagiaan yang kelak diperoleh, iringi segala sesuatu dengan sandaran Illahi.
( kisah khodam mungkin akan di kisahkan tersendiri, apa dan bagaimana sepak terjang khodam, dan siapa khodam sebenarnya?)

sebuah kisah nyata yang dialami oleh Rini ( nama samaran ) :
setelah pulang kerja dari hotel berbintang dijakarta. setelah sesampainya dirumah badan terasa tidak enak saja. tidak seperti biasanya, namun kondisi tersebut diabaikan karena terpikir bahwa hal tersebut memang biasa dimiliki oleh perasaan manusia bahwa menunjukkan kondisi yang kurang sehat .
saat malam menjelang tidur,  mata Rini sebenarnya tidak begitu ngantuk, tapi ternyata kantuk terasa tiba – tiba sekali dan langsung tertidur tidak lama dari tidur, beberapa detik dari itu ternyata ia di rep – rep makhluk yang mengikuti nya. ia tidak bisa berontak dan mengucapkan ayat saja sukar dan terbata – bata…aaa iiii uuuu aak..agak sulit mengucapkan.
cukup lama ia dalam kondisi tindihan. dan akhirnya lepas dengan membaca sebisanya walaupun sedikit letih dan sukar untuk membacanya.

sementara di kisah lainnya ada yang di rep – rep dan saat berontak ia tidak bisa dan pada saat membaca ia diklitiki badannya, gelinya sungguh tidak terkira hingga hati – hati ia membaca dan sedikit demi sedikit coba bergerak dan al hasil bisa walaupun cukup lama.
umumnya para jin mengelitiki diseputar tulang rusuk percis bawahnya.

Bagaimana cara agar terhindar dari rep -rep?

Sesungguhnya bila direp – rep lalu sulit membaca dan terbata – bata, maka dapat disimpulkan seperti itulah ia memahami ayat. cobalah sungguh – sungguh pahami ayat dan peraktekkan dalam kehidupan sehari – hari. saat membaca bacalah beserta artinya dan pahami. begitu pun saat ia berdzikir zdikirlah sungguh – sungguh dengan pemahaman teruskan dari dzikir lisan lanjutkan kedzikir qolbu agar hidup lahir dan bathin kita.
Apakah ada perbedaan dzikir lisan dengan dzikir qolbu ?
yah jawabnya tentu berbeda, bisa jadi dilidah setiap insan lancar tetapi jika dzikir dengan hati tentu berbeda – beda, apalagi dengan pemahaman.
ada yang saat membaca terbata – bata seperti  diganduli beban
ada yang berat dan tidak lega seperti ingin menembus lorong tapi beratnya hingga menyesakkan nafas
ada yang seperti hatinya menolak, sebenarnya bukan hatinya yang menolak tetapi organ lain yang menolak seperti otak yang selalu berpikiran materialistis/keduniaan dan terpikir akan terasa tidak mungkin ?? dan bertanya tanya dalam pikrannya.penolakkan bisa juga terjadi pada organ lain. namun semua penolakkan saat ayat/dzikir qolbu dilantunkan akan beraksi berbeda-beda.
Ada yang lancar saat membaca ayat yang suka dibaca namun ketika dibaca ayat lainnya terasa sdikit tersendat ( bisa mungkin terjadi )
Terakhir saat ia membaca lancar dan plong seperti air mengalir dan laksana angin melewati terowongan langsam tanpa hambatan.
semua tergantung dari sejauh mana kedekatan hubungan dengan Gusti Allah SWT.
(silahkan dicoba) wallahualam.
semua akan dibuktikan dalam alam fana ini setiap perbuatan kita baik ataukah buruk diri ini, kejadian alam ini akan merekam semua peribadatan kita kepada Allah, sejauh mana kesungguhan kita kepadaNya.
mengapa dengan makhluk yang kotor kita dapat ditindihi, apakah arti semua ini, ataukah kita memang jauh lebih kotor dari mereka? wallahualam .
memang Alqur’an bukan sekedar dijalani atau sekedar dibaca tapi dipahami karena ada surat yang tersirat didalamnya.

Solusinya:
Bacalah doa saat akan tidur, tenangkan hati dan pasrahkan segala sesuatu kepada Allah saja.
bersihkan diri dari najis yang masih ada
Jaga wudlhu lebih baik
dan hadapkan telapak tangan kearah atas,  maksud saat terbuka keatas telapak tangan akan mengeluarkan gelombang cahaya yang baik dan merupakan bumerang bagi makhluk. jika terkena arah gelombang tersebut makhluk seperti terdorong atau seperti terpecut oleh gelombang yang keluar dari telapak tangan.
( rahasia telapak tangan manusia )
mungkin ini syaring kita semoga bermanfaat .
pesan akhir bacalah dengan membaca kedalam diri dan membaca ayat ayat yang terbentang di alam( baca diri dan baca ayat..)

( more…ayat ayat)
Wassalam

By Me