SIKLUS MANAJEMEN DAPAT DILAKUKAN DENGAN 4 TAHAP   

  1. PLAN
  2. ACT
  3. MONITOR
  4. REVIEW

DAN BEBERAPA CONTOH – CONTOHNYA DALAM KEPENDIDIKAN

1. Plan.

Perencanaan merupakan langkah utama yang mengawali seluruh rangkaian kegiatan dari suatu organisasi kerja yang mempunyai fungsi meletakkan titik tolak dari kegiatan organisasi selanjutnya, serta mengarahkan semua sumber, sarana, proses serta program berdasarkan kebijaksanaan yang ditentukan untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi.

Menurut Prof. Dr. Sondang P Siagian dalam bukunya Filsafat Administrasi .

perencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari pada hal-hal yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa: planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective. Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa :
“ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.”

Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin
Demikian pula Pelaksanaan pada jenjang kependidikan yang dilakukan tentu menyusun Rencana

Sekolah bersama-sama dengan semua unsur membuat rencana untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, beserta program-programnya untuk merealisasikan rencana tersebut.

Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang: aspek-aspek mutu yang ingin dicapai, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, siapa yang harus melaksanakan, kapan dan tempat dilaksanakan, dan berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan tersebut.

Berikut ini contoh Action Plan Sekolah XYZ :


2. Act.

 

Dalam melaksanakan rencana peningkatan mutu pendidikan yang telah disetujui bersama antara sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat, maka sekolah perlu mengambil langkah pro aktif untuk mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Kepala sekolah dan guru hendaknya mendaya gunakan sumber daya pendidikan yang tersedia semaksimal mungkin, menggunakan pengalaman-pengalaman masa lalu yang dianggap efektif, dan menggunakan teori-teori yang terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dari pengertian di atas, pelaksanaan (act) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap guru/ karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (act) ini adalah bahwa seorang guru/ karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

Kepala sekolah dan guru bebas mengambil inisiatif dan kreatif dalam menjalankan program-program yang diproyeksikan dapat mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Karena itu, sekolah harus dapat membebaskan diri dari keterikatan-keterikatan birokratis yang biasanya banyak menghambat penyelenggaraan pendidikan.

Berikut ini Contoh Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar berupa : Silabus dan RPP

SILABUS

SMK                               :    XYZ

BIDANG KEAHLIAN            :     BISNIS MANAJEMEN

MATA PELAJARAN             :     AKUNTANSI

KELAS                                      :     X / 1

STANDAR KOMPETENSI    :     Mengelola administrasi kas bank

KODE KOMPETENSI            :     AK-JS-006A; AK-DG-011A; AK-MN-013A

ALOKASI WAKTU                :     36 Jam @ 45 menit ( 1 Minggu 2 jam pelajaran )

 

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

TM

PS

PI

1. Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
  • Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan kas bank
  • Menyediakan data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank
  • Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas bank
  • Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
  • Menguraikan prosedur penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
6
  • Modul Akuntansi 2

Drs.Lakaso dkk  ,Penerbit Trans Mandiri Abadi

  • §Aktnsi Ds.Dua ,

Drs. MP Simangunsong

  • §Aktnsi Keu.2,

Drs. Suyoto dkk, Penerbit Yudhistira

2. Mengidentifikasi mutasi kas bank
  • Mengidentifikasi saldo awal kas bank
  • Mengidentifikasi bukti peneri-maan kas bank
  • Mengidentifikasi bukti penge-luaran kas bank
  • Mengidentifikasi jumlah pene-rimaan dan pengeluaran kas bank untuk setiap transaksi
  • Dokumen penerimaan kas bank
  • Dokumen pengeluaran kas bank
  • Mengidentifikasi mutasi kas bank
  • Mengenali dokumen pe-nerimaan kas bank
  • Mengenali dokumen pengeluaran kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
6
  • S.d.a
3. Membukukan mutasi kas bank
  • Mengidentifikasi Bukti penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Memverifikasi jumlah peneri-maan dan membukukan pengeluaran kas bank untuk setiap transaksi
  • Mengidentifikasi hasil mutasi data penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Dokumen mutasi kas bank
  • Prosedur pencatatan mutasi kas bank
  • Mengenali dokumen mutasi kas bank
  • Menguraikan prosedur pencatatan mutasi kas bank
  • Membukukan mutasi kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
  • Tes Tertulis
10
  • S.d.a
4. Menyusun rekonsiliasi  bank
  • Menyajikan laporan rekening koran bank dan catatan peru-sahaan serta data pendukung rekonsiliasi bank
  • Mengidentifikasi selisih antara rekening koran bank dan catatan perusahaan
  • Menyajikan laporan rekonsi-liasi bank
  • Bentuk-bentuk rekonsiliasi bank
  • Analisis selisih kas bank
  • Penyesuaian saldo kas bank
  • Menyebutkan bentuk-bentuk rekonsiliasi bank
  • Menyusun rekonsiliasi bank
  • Menghitung selisih kas bank
  • Menyesuaikan saldo kas bank
  • Penugasan
  • Tes Tertulis
14
  • S.d.a

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran                         : Akuntansi Keuangan

Kelas / Semester                      : XI / 1

Pertemuan ke                           : 1 ( Satu )

Alokasi Waktu                         : 40 Jam @ 45 Menit ( 20 Minggu  X 2 Jam )

Standar Kompetensi                 : MENGERJAKAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Kompetensi Dasar                    : Menyusun Pengelolahan Persamaan Dasar Akuntansi

Indikator                                  : Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk penge –

lolaan Persamaan Dasar Akuntansi  .

I.          Tujuan Pembelajaran: Menyiapkan dan Menyusun pengelolaan Persamaan

Dasar Akuntansi  dengan benar.

II.        Materi Pokok             : Menguraikan prosedur penerimaan dan pengeluaran

Persamaan Dasar Akuntansi  .

III.       Methode                     : Ceramah

Demontrasi

Tanya jawab

Penugasan

  1. IV.              Strategi Pembelajaran .
  1. Kegiatan Pendahuluan .
    1. Fasilitator memberikan pertanyaan / pre test kepada siswa seputar materi Persamaan Dasar Akuntansi yang akan diberikan .
    2. Siswa menjawab dengan pemahaman dan pengertian masing – masing

.

  1. Kegiatan Inti .
    1. Siswa membentuk kelompok terdiri dari  4 orang
    2. Fasilitator menerangkan secara global data yang dibutuhkan dalam Persamaan Dasar Akuntansi .
    3. Fasilitator memberikan latihan seputar materi yang diberikan.
    4. Siswa mendengarkan dan memahami materi yang diberikan fasilitator
    5. Masing – masing siswa mengamati dan mempelajari pentingnya dokumen kas bank dan mengerjakan latihan yang diberikan .
    6. Masing – masing kelompok menyampaikan hasilnya
    7. Fasilitator menilai dan memberikan penghargaan bagi siswa yang kreatif.
  1. Kegiatan Akhir .

1. Fasilitator melengkapi dan menyimpulkan dari semua materi

yang diajarkan.

2. Siswa menyimak kesimpulan yang diberikan oleh guru

3. Fasilitator memberikan tugas rumah seputar materi yang

diberikan

4. Fasilitator memberikan saran dan kritik yang membangun

kepada seluruh siswa.

V.        Alat ,bahan dan sumber belajar .

1.      Alat dan bahan    :        Kalkulator , pulpen, pinsil ,penghapus

,format / table Persamaan Dasar Akuntansi

2.      Sumber               : –     Buku akuntansi SMK tingkat 2,Modul

Akuntansi,  Drs.Lakaso dkk  ,

Penerbit Trans Mandiri badi

–         Pelajaran Akuntansi Dasar Dua ,Drs.MP.Simangunsong

–         Akuntansi Keuangan 2 ,Drs.Suyoto dkk,Penerbit Yudhistira .

–         Buku Akuntansi yang relevan

VI.       Penilaian        :  Pemberian tugas mengerjakan laporan Persamaan Dasar

Akuntansi  .

  1. 2.      Monitor

Untuk menghindari berbagai penyimpangan, Pimpinan dalam hal ini Kepala sekolah perlu melakukan monitoring terhadap kegiatan – kegiatan peningkatan mutu yang dilakukan disekolah.

Kepala seolah sebagai Manager dan Pemimpin pendidikan disekolahnya berhak dan perlu memberikan arahan, bimbingan, dukungan, dan teguran kepada bawahan dalam hal ini guru dan tenaga lainnya, jika ada kegiatan yang tidak sesuai dengan jalur – jalur yang telah ditetapkan. Namun demikian, bimbingan dan arahan jangan sampai membuat guru dan tenaga lainnya menjadi amat terkekang dalam melaksanakan kegiatan, sehingga tidak mencapai sasaran.

Berikut ini Contoh Monitoring Pimpinan/ Kepala Sekolah dalam bentuk Supervisi :

SUPERVISI / MONITORING

 

PENILAIAN KINERJA GURU

TAHUN PELAJARAN 20../20..

 

 

 

Nama guru              :    …………………………………………

Tempat Tugas         :    SMK XYZ

No.

Aspek/Indikator Yand Dinilai

Skor Ideal

Skor Aktual *)

Skor Perolehan

0

1

2

3

4

…. X 1 =

 

A

 Kehadiran (Bobot: 1)

20

1. Mencatat kehadiran/kepulangan pada setiap hari tugas.
2. Ketepatan waktu mengajar / masuk Kelas
3. Tidak meninggalkan kelas saat jam tugas/mengajar
4. Selesai mengajar sesuai jadwal
5. Hadir memenuhi undangan sekolah
Skor Aktual (A) 

 

B

 Persiapan Mengajar (Bobot: 2)

40

         ….. X 2 =
1. Menyusun program mengajar sesuai kurikulum
2. Menyusun rencana pembelajaran per kompetensi
3. Menyiapkan perangkat soal per kompetensi
4. Menyiapkan materi pelajaran/sumber belajar yang sesuai
5. Menyiapkan alat peraga/media pembelajaran
Skor aktual (B) 

 

C

 Pelaksanaan Tugas Mengajar (Bobot: 4)

192

…… X 4 =
1.   Memiliki catatan kehadiran siswa
2.   Memiliki nilai hasil belajar siswa
3.   Memiliki catatan kemajuan belajar/jurnal kelas
4.   Memastikan siswa memiliki/menggunakan buku pelajaran/modul.
5.   Memiliki dan menggunakan buku pegangan/referensi dalam meNgajar
6.   Mengevaluasi dan menilai hasil belajar per kompetensi
7.   Menganalisa hasil evaluasi untuk peningkatan mutu KBM
8.   Melaksanakan program remedial dan pengayaan
9.   Memiliki data presentase rata-rata kehadiran siswa dalam KBM
10. Memiliki teknik mengajar yang baik sehingga siswa antusias terHadap modul/pelajaran
11. Tidak menugaskan siswa mencatat di papan tulis
12. Materi pembelajaran sesuai dengan standar kelulusan
Skor aktual (D) 

 

D

 Penampilan Dan Kepribadian (Bobot: 1)

28

1. Penampilan dan percaya diri
2. Sikap bijaksana dan emosional
3. Santun dan taat beragama …… X 1 =
4. Tingkat kerajinan dan kedisiplinan
5. Semangat dan tanggungjawab
6. Berwibawa dan dipercaya
7. Dihormati dan disenangi para siswa
Skor aktual (D)

 

E

 Pengembangan profesi (Bobot: 2)

40

…… X 2 =
1. Ikut serta dalam program kegiatan sekolah
2. Mengikuti program pendidikan lanjutan/diklat pengembangan proFesi
3. Menulis buku/diklat/modul pelajaran yang diajarkan
4. Membuat alat peraga/media pembelajaran
5. Mengikuti kegiatan MGMP

 

Skor Aktual (E)

Jumlah skor perolehan (skor aktual A + B + C + D + E)

 Catatan Hasil Supervisi: 

Skor Perolehan :
Skor Ideal          :
Nilai Kinerja       :

Keterangan:

– Skor perolehan = Skor Aktual X Bobot

– Skor ideal = Jumlah Indikator X Skor Maksimal X Bobot

– Nilai Kinerja = Skor Perolehan X 100

Skor Ideal

4.  Review

Tahap terakhir adalah melakukan review  terhadap proses belajar-mengajar yang telah dilakukan guru. Proses review sebaiknya dilakukan berdasarkan rekaman dan data yang diperoleh pengawas secara langsung ketika melakukan observasi kelas, dan pengawas sebaiknya menghindari untuk menilai terlebih dahulu, tetapi hanya menunjukkan tentang apa yang telah diobservasi. Jika guru telah membaca dengan seksama data hasil observasi tersebut, barulah didiskusikan dan dianalisis, pada aspek apa guru harus memperbaiki performanya. Hasil dari diskusi ini kemudian dicatat dan disepakati guru dan pengawas, untuk dijadikan bahan perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya. Pertanyaan sederhananya adalah, seberapa banyak dari pengawas dan guru kita yang memahami prinsip supervisi dan melakukan proses dan siklus supervisi yang ideal seperti ini?

Dengan kata lain bahwa Seorang pimpinan/kepala sekolah dalam tahapan ini haruslah secara formal menilai prestasi kerja anggota terhadap rencana atau sasaran kerja yang telah disepakati, serta memberikan feedback yang relevan. Dalam hal ini, leader dituntut agar mampu mengidentifikasi dan mendokumentasikan ‘trend’ prestasi kerja, yaitu dengan membandingkan prestasi dengan sasaran kerja. Performance review akan menjadi akhir dari proses manajemen kinerja dan awal manajemen kinerja berikutnya. Selain itu, hasil reviewing akan menghasilkan dokumen formal bagi manejemen kinerja untuk referensi di masa datang. Oleh karenanya, tahapan ini harus dilakukan secara terjadwal, persiapan matang, partisipatif dan mengaitkan prestasi kerja individu dengan kinerja organisasi.

Contoh performance reviw hasil feedback yang relevan .

Rekapitulasi Penilaian Kinerja Guru

Tahun Pelajaran 20../20..

 

No.

Nama

Jabatan

Nilai

Catatan Hasil Supervisi

1. Wachjoedi, S. Pd. Wakepsek Kurikulum 86,00 Sudah baik
2. Heri Sucahyo, S. E. Wakepsek Kesiswaan 86,00 Sudah baik
3. H. Moh. Wahyudin S., M. Pd. Wakepsek SaPras 86,00 Sudah baik
4. Nr. Iman Santoso, S. E. Kaprog. Akuntansi 83.80 Sudah baik
5. Inayati, S. Pd. Kaprog. Adm. Perkantoran 86,00 Sudah baik
6. Anwar Hadi, S. Ag. Guru 83,00 Media lebih divariasikan
7. Ade Sandra, S. Pd. Guru 78,80 Media lebih divariasikan
8. Muslih, S. Pd. Guru 84,00 Media lebih divariasikan
9. Maskur Yazid, S. Pd. Guru 77,80 Media lebih divariasikan
10. Wan Kamsulisa Herlina, S. Pd. Guru 86,00 Media lebih divariasikan
11. Dra. Suerna Guru 86,90 Media lebih divariasikan
12. Aceng Yusuf, S. Pd. Guru 86,00 Media lebih divariasikan
13. Dra. Eny Purwanti Guru 86,00 Sudah Baik
14. Sukamti Ardoyo, M. Pd. Guru 86,00 Sudah Baik
15. Wahyudi Aman, S. E. Guru 78,80 Media lebih divariasikan
16. Amin Andriyani, S. Pd. Guru 86,00 Media lebih divariasikan
17. Siti Nurhayati, S. Pd. Guru 86,00 Media lebih divariasikan
18. Mamik Suratmi, S. Pd. Guru 82,00 Media lebih divariasikan
19. Ranti Pusriana, S. Pd. Guru 82,00 Media lebih divariasikan
20. Yani Suryawati, S. Pd. Guru 80,00 Media lebih divariasikan
21. Wibisana, S. E. Guru 76,80 Materi Lebih terstruktur
22. Uus Kuswara, S. Pd. Guru 89,00 Media lebih divariasikan
23. Dra. Septiana Guru 76,80 Media lebih divariasikan
24. Endang Rahayu, S. Pd. Guru 83,00 Media lebih divariasikan
25. Sri Purwaningsih, S. Pd. Guru 76,80 Media lebih divariasikan
26. Komariah, S. Kom. Guru 80,00 Media lebih divariasikan
27. Ir. Hikmat Sobari Guru 83,00 Suara diperkeras
28. Wahono, S. Kom. Guru 78,10 Media lebih divariasikan
29. Zurrotun Nada, S. Pd. Guru 90,00 Media lebih divariasikan
30. Kusmayadi, M. Pd. Guru 80,00 Media lebih divariasikan
31. Sri Aryanti, S. Pd. Guru 86,00 Media lebih divariasikan
32. Amir Sahara, S. Pd. Guru 76,80 Media lebih divariasikan
33. Rahmalia Purnamasari, S. Pd. Guru 76,80 Suara diperkeras
34. Eri Kusuma Dewi, S. Pd. Guru 76,80 Suara diperkeras
35. Ike Oktaviani Berliani, S. Psi. Guru 76,80 Suara diperkeras

Kesimpulan :

Dalam pelaksanaan pada suatu organisasi / instansi siklus manajemen kinerja yang terdiri dari Plan, Act, Monitor, dan Review merupakan satu kesatuan yang memiliki keterkaitan tugas satu dengan yang lainnya.

Namun dalam pelaksanaan pada suatu organisasi / instansi harus dapat dilakukan secara berkesinmbungan dan senantiasa mengupdate segala perkembangan untuk perubahan yang lebih baik.

By Nr. Iman S