Manajemen Kinerja yang berorientasi pada “Input” 

Merupakan cara tradisional yang menekankan pada pengukuran atau penilaian ciri-ciri kepribadian karyawan daripada hasil (prestasi) kerjanya. Ciri-ciri atau karakteristik kepribadian yang banyak dijadikan obyek pengukuran adalah:

kejujuran, ketaatan, kedisiplinan, loyalitas, inisiatif, kreativitas, dependability,  adaptasi, komitmen, motivasi, sopan santun, dll.

Faktor-faktor yang disebut diatas jelas bukanlah “prestasi”, tetapi lebih tepat disebut “persyaratan” atau “karakteristik” yang harus dipenuhi oleh karyawan agar mereka mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan tepat, benar dan sempurna, sehingga akhirnya juga memiliki prestasi yang “bagus”. Lebih tepat lagi bahwa faktor-faktor tersebut adalah “input”.

Apabila perusahaan ingin menerapkan manajemen kinerja berbasis kompetensi sehingga dapat digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sbb:

  1. Bila belum ada, tetapkan dulu kompetensi standar dan spesifik untuk tiap jabatan yg akan dinilai mencakup, elemen-elemen pengetahuan (knowledges), keterampilan (skills), sikap (attitudes), & motivasi yang dimiliki. Pada saat yang sama kompetensi inti (core competency) yang ditetapkan perusahaan harus sudah ditetapkan.
  2. Tetapkan tingkat atau derajat penting tiap elemen dan kemudian tingkat yang harus dicapai oleh pemegang jabatan ini. Untuk mudahnya tetapkan saja dalam skala satu sampailima. Tiap tingkatan dalam skala tersebut seharusnya diberikan kriteria atau penjelasan. Misalnya apa yang dimaksud dengan level satu, dua, dst.
  3. Setiap periode penilaian, pemegang jabatan dinilai kemajuannya dalam tingkatan penguasaan dimensi tersebut berdasarkan bukti-bukti  yang mungkin berupa indikasi prestasi atau kesalahan yang dibuat.
  4. Tetapkan tindakan-tindakan perbaikan yang perlu diambil untuk meningkatkan penguasaan elemen kompetensi yang dianggap lemah.

Bentuk dari Format Sistem Manajemenm Kinerja berbasis kompetensi seperti contoh di bawah ini.

Contoh Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi

Jabatan: Production Supervisor

Dimensi Kompetensi                               Job Specific & Core Competensi Tingkat yang          harus dicapai Tingkat yang          telah dicapai Tindakan yang    akan disarankan
  • Pengetahuan & Keahlian Teknis:
  1. Spesifikasi produk
  2. Proses pembuatan
  3. Peralatan yang digunakan
  4. Bahan-bahan pokok dan pembantu
  • Konseptual/Sistem:
  1. Perencanaan kerja
  2. Pengendalian mutu
  • Human Skills:
  1. Mengatur kerja
  2. Memotivasi
  3. Membina
555

5

4

4

5

5

5

5

Kesulitan utama dari penerapan sistem MKK berbasis kompetensi ini  adalah pembuatan definisi dari tiap level penguasaan (competent levels). Definisi tersebut harus jelas dan harus disepakati oleh semua orang. Bila kita menggunakan contoh Supervisor diatas, misalnya apa kriteria atau definisi level 5 untuk kompetensi teknis “proses pembuatan”.

Demikian pula dengan definisi level yang lain. Metode yang menekankan pada faktor-faktor atau karakter pribadi yang masih banyak digunakan adalah Graphic Rating Scales (GRS), Forced Ranking, dan Paired Comparison.

Mayoritas perusahaan, termasuk diIndonesia, banyak menggunakan metode GRS yang dianggap “mudah” diterapkan dan mudah untuk dicontoh dari perusahaan lain. Belum ada hasil penelitian yang membuktikan adanya korelasi positif antara karakteristik pribadi dan prestasi. Tentu tidak berarti bahwa ciri karakteristik kepribadian bisa diabaikan. Dalam mempertimbangkan potensi seseorang untuk jabatan yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih besar, karekteristik pribadi tetap akan diperhatikan

Sistem Manajemen Kinerja Yang Berorientasi “Output” (Results)

Sistem atau metode Manajemen Kinerja Karyawan (MKK) yang fokusnya “hasil” (Result) oleh Putti disebut sebagai objective Centered Approach. Sitem MKK ini awalnya berbasiskan pada konsep Management By Objectives (MBO) yanng pernah populer diIndonesia dengan istilah Manajemen Berdasarkan Sasaran” (MBS). Istilah “MBO” pertama kali digunakan oleh Peter F. Drucker pada tahun 1954 dan kemudian dikembangkan sebagai sebuah sistem manajemen oleh ahli-ahli lain seperti Douglas Mc Geogor, George Odiorne dan John Humble.

MBO/MBS dikenalkan sebagai sebuah proses atau sistem yang dirancang untuk memandu manajer, dimana atasan dan bawahannya bersama-sama menetapkan sasaran atau tujuan yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu  dan untuk pencapaiannya bawahan dibebani tanggung jawab penuh. Di dalam cara ini, sasaran-sasaran yang spesifik ditetapkan untuk tiap jabatan

 

Penerapan MKK berbasis MBS hanya tepat apabila “budaya perusahaan” telah mendukung diterapkannya sistem MPKK tersebut. Dukungan budaya tersebut dapat berbentuk sebuah “permintaan” real untuk menerapkannya terutama dari pimpinan puncak perusahaan. Bila kondisi tersebut diyakini telah “matang”, penerapan dapat dimulai dengan mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

  1. “Seminar manajemen” atau “Kick-off Meeting”
  2. Pelatihan tentang sistem manajemen/bekerja sengan sasaran
  3. Pelatihan “Teknik konseling/wawancara pembinaan”
  4. Panduan tertulis
  5. Sosialisasi MKK
  6. Periode percobaan (trial period)

TUGAS POKOK GURU (Permen Diknas No 41 tahun 2007)

STRUKTUR KURUKULUM

SMK XYZ

Tahun Pelajaran 20.. / 20..

Bidang Studi Keahlian      : Bisnis Manajemen
Program Studi Keahlian   : Keuangan
Kompetensi Keahlian      : Akuntansi ( 119 )

No.

Kode Komp.

Kelompok Mata Pelajaran / Stand.Kompetensi / Komponen

Kelas / Semester

Durasi Waktu

X

XI

XII

1

2

1

2

1

2

I

KELOMPOK NORMATIF

1.

119 NF 1

Pendidikan Agama

3

3

3

3

3

3

288

2.

119 NF 2

PKn

2

2

2

2

2

2

192

3.

119 NF 3

Bahasa Indonesia

2

2

2

2

3

3

224

4.

119 NF 4

Penjasor dan Kes

2

2

2

2

2

2

192

5.

119 NF 5

Seni Budaya

1

1

1

1

64

10

10

10

10

10

10

960

II

KELOMPOK ADAPTIF

1.

119 AF 1

Bahasa Inggris

4

4

4

4

5

5

416

2.

119 AF 2

Matematika

4

4

4

4

5

5

416

3.

119 AF 3

IPA

2

2

2

2

2

2

192

4.

119 AF 1

IPS

2

2

2

2

128

5.

119 AF 1

KKPI

2

2

2

2

2

2

192

6.

119 AF 1

Kewirausahaan

2

2

2

2

2

2

192

16

16

16

16

16

16

1536

III

DASAR KOMP. KEJURUAN                                                                                                        

1.

119.DKK.1

Menerapkan prinsip profesional bekerja

2

2

64

2.

119.DKK.2

Melaksanakan komunikasi bisnis

2

2

64

3.

119.DKK.3

Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)

1

1

32

IV

KOMPETENSI KEJURUAN              

160

4

119.KK.01

Mengelola dokumen transaksi

2

32

5

119.KK.02

Memproses Dokumen dana kas kecil

3

48

6

119.KK.03

Memproses Dokumen dana kas dibank

3

32

119.KK.04

Memproses entry jurnal

2

32

8

119.KK.05

Memproses buku besar

3

48

9

119.KK.06

Mengelola kartu piutang

2

32

10

119.KK.07

Mengelola kartu persediaan

2

32

11

119.KK.08

Mengelola kartu aktiva tetap

2

32

12.

119.KK.09

Mengelola kartu utang

2

32

13

119.KK.10

Menyanyikan laporan harga pokok

3

32

14

119.KK.11

Menyusun laporan keuangan

3

3

96

15

119.KK.12

MenyiapkanSuratPemberitahuan Pajak

3

3

96

16

119.KK.13

Mengoperasikan paket program pengola angka

2

2

64

17

119.KK.14

Mengelola aplikasi komputer akutansi

5

5

160

18

119.KK.15

Siklus Akuntansi Perusahan

3

3

7

7

352

13

13

13

13

14

14

1280

V MUATAN LOKAL                

119 MLK 1

1. Kemuhammadiyahan

1

1

1

1

1

1

96

119 MLK 2

2. Bahasa Arab

1

1

1

1

1

1

96

VI

PENGEMBANGAN DIRI            

192

1

119 PD 1

1. Layanan BK

1

1

1

1

64

Nb.

Kotak berwarna menunjukkan kode guru pendidik dan jumlah jam mengajar dalam melaksanakan tugas dalam KBM.

NAMA SEKOLAH                  :     SMK  XYZ

BIDANG KEAHLIAN            :     BISNIS MANAJEMEN

MATA PELAJARAN             :     AKUNTANSI

KELAS                                      :     X / 1

STANDAR KOMPETENSI    :     Mengelola administrasi kas bank

KODE KOMPETENSI            :     AK-JS-006A; AK-DG-011A; AK-MN-013A

ALOKASI WAKTU                :     36 Jam @ 45 menit ( 1 Minggu 2 jam pelajaran )

 

 KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

TM

PS

PI

1. Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
  • Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan kas bank
  • Menyediakan data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank
  • Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas bank
  • Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank
  • Menguraikan prosedur penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
6
  • Modul Akuntansi 2

Drs.Lakaso dkk  ,Penerbit Trans Mandiri Abadi

  • §Aktnsi Ds.Dua ,

Drs. MP Simangunsong

  • §Aktnsi Keu.2,

Drs. Suyoto dkk, Penerbit Yudhistira

2. Mengidentifikasi mutasi kas bank
  • Mengidentifikasi saldo awal kas bank
  • Mengidentifikasi bukti peneri-maan kas bank
  • Mengidentifikasi bukti penge-luaran kas bank
  • Mengidentifikasi jumlah pene-rimaan dan pengeluaran kas bank untuk setiap transaksi
  • Dokumen penerimaan kas bank
  • Dokumen pengeluaran kas bank
  • Mengidentifikasi mutasi kas bank
  • Mengenali dokumen pe-nerimaan kas bank
  • Mengenali dokumen pengeluaran kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
6
  • S.d.a
3. Membukukan mutasi kas bank
  • Mengidentifikasi Bukti penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Memverifikasi jumlah peneri-maan dan membukukan pengeluaran kas bank untuk setiap transaksi
  • Mengidentifikasi hasil mutasi data penerimaan dan penge-luaran kas bank
  • Dokumen mutasi kas bank
  • Prosedur pencatatan mutasi kas bank
  • Mengenali dokumen mutasi kas bank
  • Menguraikan prosedur pencatatan mutasi kas bank
  • Membukukan mutasi kas bank
  • Penugasan
  • Tes Lisan
  • Tes Tertulis
10
  • S.d.a
4. Menyusun rekonsiliasi  bank
  • Menyajikan laporan rekening koran bank dan catatan peru-sahaan serta data pendukung rekonsiliasi bank
  • Mengidentifikasi selisih antara rekening koran bank dan catatan perusahaan
  • Menyajikan laporan rekonsi-liasi bank
  • Bentuk-bentuk rekonsiliasi bank
  • Analisis selisih kas bank
  • Penyesuaian saldo kas bank
  • Menyebutkan bentuk-bentuk rekonsiliasi bank
  • Menyusun rekonsiliasi bank
  • Menghitung selisih kas bank
  • Menyesuaikan saldo kas bank
  • Penugasan
  • Tes Tertulis
14
  • S.d.a

NB :     TM   =Tatap Muka

PS    = Praktek Sekolah

PI    = Praktek Industri

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran                         : Akuntansi Keuangan

Kelas / Semester                      : XI / 1

Pertemuan ke                           : 1 ( Satu )

Alokasi Waktu                         : 40 Jam @ 45 Menit ( 20 Minggu  X 2 Jam )

Standar Kompetensi                 : Mengelola Administrasi Kas Bank

Kompetensi Dasar                    : Menyusun pengelolahan administrasi kas bank

Indikator                                  : Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk penge –

lolaan kas bank dan data transaksi penerimaan-pengeluar

an kas bank .

I.          Tujuan Pembelajaran: Menyiapkan dan Menyusun pengelolaan administrasi

kas bank dengan benar.

II.        Materi Pokok             : Menguraikan prosedur penerimaan dan pengeluaran

Kas bank .

III.       Methode                     : Ceramah

Demontrasi

Tanya jawab

Penugasan

  1. IV.              Strategi Pembelajaran .
  1. Kegiatan Pendahuluan .
    1. Fasilitator memberikan pertanyaan / pre test kepada siswa seputar materi administrasi kas bank yang akan dibrikan
    2. Siswa menjawab dengan pemahaman dan pengertian masing – masing

.

  1. Kegiatan Inti .
    1. Siswa membentuk kelompok terdiri dari  6 orang
    2. Fasilitator menerangkan secara global data yang dibutuhkan oleh kas bank
    3. Fasilitator memberikan latihan seputar materi yang diberikan.
    4. Siswa mendengarkan dan memahami materi yang diberikan fasilitator
    5. Masing – masing siswa mengamati dan mempelajari pentingnya dokumen kas bank dan mengerjakan latihan yang diberikan .
    6. Masing – masing kelompok menyampaikan hasilnya
    7. Fasilitator menilai dan memberikan penghargaan bagi siswa yang kreatif.
  1. Kegiatan Akhir .

1. Fasilitator melengkapi dan menyimpulkan dari semua materi

yang diajarkan.

2. Siswa menyimak kesimpulan yang diberikan oleh guru

3. Fasilitator memberikan tugas rumah seputar materi yang

diberikan

4. Fasilitator memberikan saran dan kritik yang membangun

kepada seluruh siswa.

V.        Alat ,bahan dan sumber belajar .

1.      Alat dan bahan    :        Kalkulator , pulpen, pinsil ,penghapus

,formulir Adm. Kas bank

2.      Sumber               : –     Buku akuntansi SMK tingkat 2,Modul

Akuntansi,  Drs.Lakaso dkk  ,

Penerbit Trans Mandiri badi

–         Pelajaran Akuntansi Dasar Dua ,Drs.MP.Simangunsong

–         Akuntansi Keuangan 2 ,Drs.Suyoto dkk,Penerbit Yudhistira .

–         Buku Akuntansi yang relevan

VI.       Penilaian        :  Pemberian tugas mengerjakan laporan Rekonsiliasi Bank dan

Penyesuaiannya dalam bentuk skontro .

Soal              :

1.Pada tanggal 31 Maret 2005 PT.VIVIAN HARAPAN menerima

Laporan dari bank berupa Rekening Koran yang menunjukkan

Saldo kredit sebesar Rp 1.684.800,00,- sedangkan saldo kas perusahaan menunjukkan saldo debet sebesar Rp 1.842.000,00,- setelah diadakan pemeriksaan , perbedaan tersebut disebabkan oleh hal – hal berikut ini :

a. Setoran dalam proses tanggal 29 Maret 2005 Rp 290.000

b.Biaya adm bank bulan juli 2005                        Rp     4.800

c. Uang kas perusahaan yang belum disetorkan bank Rp 120.000

d.Jasa giro bank untuk perusahaan                       Rp   26.700

e. Cek yang beredar         :

– Cek No.0101                        Rp 180.000

– Cek No.0104                        Rp 240.000

– Cek No.0107                        Rp   63.600

f. Hasil Inkaso perusahaan oleh bank sebesar Rp 303.600 tetapi

oleh perusahaan dicatat sebesar Rp 306.300.

  1. Selembar cek yang diterima oleh perusahaan dan disetorkan

kebank ditolak karena tidak cukup dana sebesar Rp 250.000

Dari data tersebut diatas Buatlah Laporan Rekonsiliasi Bank dalam bentuk skontro dan data penyesuaian yang diperlukan ?

PT. VIVIAN HARAPAN

LAPORAN REKONSILIASI BANK

Perode 31 Maret 2005

Saldo kas perusahaan Rp1.842.000 Saldo kas Bank Rp1.684.800
Ditambah : Ditambah :
– Jasa Giro Bank Rp    26.700 Setoran dalam proses Rp 290.000
Rp1.868.700 Uang kas yg blmdisetor Rp 120.000
Dikurangi : Rp 410.000
– Beban Adm.Bank Rp    4.800 Rp2.094.800
– Kesalahan catat Rp    2.700
– Cek kosong Rp250.000 Dikurangi
Rp  257.500 Cek dlm Peredaran
  – No.0101 Rp 180.000
– No.0104 Rp 240.000
– No.0107 Rp   63.600
Rp 483.600
Saldo kas stlh Rek. Rp1.611.200 Saldo Bank stlh Rek Rp1.611.200

AYAT JURNAL PENYESUAIAN

KETERANGAN

DEBET

KREDIT

a.  Kas Rp 26.700
         Pendapatan Jasa Giro Rp 26.700
b.  Beban Adm. Bank Rp 4.800
         Kas Rp 4.800
c.  Piutang Usaha Rp 2.700
          Kas Rp 2.700
d.  Piutang Usaha Rp 250.000
          Kas Rp 250.000
 

PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER KD DAN

INDIKATOR MATA PELARAN AKUNTANSI

kelas  : XI
SK : Mengelola administrasi kas bank KODE :    

KKM :

72

No.

Kompetensi Dasar / Indikator

Aspek Kriteria Penetapan KKM

KKM

Komplek  sitas

Daya Dukung

Intake

ID

KD

1. Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank        

72,22

  Menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan kas bank      

2

2

3

77,78

  Menyediakan data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank      

2

2

2

66,67

         
2. Mengidentifikasi mutasi kas bank        

72,22

  Mengidentifikasi saldo awal kas bank

2

2

3

77,78

  Mengidentifikasi bukti peneri-maan kas bank    

2

2

2

66,67

  Mengidentifikasi bukti penge-luaran kas bank    

2

2

3

77,78

  Mengidentifikasi jumlah pene-rimaan dan pengeluaran kas bank untuk   setiap transaksi    

2

2

2

66,67

       
         
3. Membukukan mutasi kas bank        

72,22

   Mengidentifikasi Bukti penerimaan dan penge-luaran kas bank      

2

2

2

66,67

   Memverifikasi jumlah peneri-maan dan membukukan pengeluaran      

2

2

3

77,78

  kas bank untuk setiap transaksi    

  Mengidentifikasi hasil mutasi data penerimaan dan penge-luaran kas bank      

2

2

2

66,67

         
4. Menyusun rekonsiliasi  bank        

72,22

  Menyajikan laporan rekening koran bank dan catatan peru-sahaan     

2

2

2

66,67

  serta data pendukung rekonsiliasi bank    

2

2

3

77,78

  Mengidentifikasi selisih antara rekening koran bank dan catatan perusahaan     

2

2

3

77,78

  Menyajikan laporan rekonsi-liasi bank     

2

2

2

66,67

Penyusunann Kurikulum SMK ini melibatkan berbagai narasumber baik yang terkaitan dengan masalah pendidikan ( guru, Wdyaiswara, dosen, dan kepala SMK ) maupun praktisi dari dunia kerja/dunia industri sehingga diharapkan dapat lebih memenuhi keinginan dunia kerja maupun kepentingan pendidikan secara nasional sebagai acuan secara nasional.

Kurikulum ini perlu diimplementasi secara berdiversifikasi sesuai kondisi / situasi dimana akan diterapkan, didukung oleh semua pihak terkait, dan dipantau secara berkelanjutan, agar terlaksana sesuai dengan rancangannya.

Diatas saya sajikan beberapa contoh  dari perangkat administrasi sekolah yang ada, dikarenakan banyaknya perangkat yang dimiliki sebagai perbandingan antara manajemen kinerja berorientasi “hasil” atau sasaran         dengan manajmen kinerja berorientasi “ individu ”

Walaupun ada argumentasi bahwa sistem Manajemen Kinerja berbasis Sasaran Kerja Individu mempunyai kelemahan. Pada dasarnya sistem yang didasarkan pada konsep Manajemen Berdasarkan Sasaran tersebut memiliki banyak keuntungan yang melebihi kelemahannya. Untuk meminimalkan kelemahan atau hambatn tersebut, akan lebih baik lagi bila sistem MKK tersebut “dikawinkan” dengan pendekatan berbasis “input” dan “proses”. Bagaimana sistem MKK berbasis sasaran kerja dapat membantu mendorong usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia akan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Karena menetapkan sasaran kerjanya sendiri atau paling sedikit mengambil inisiatif dalam prosesnya, bawahan sebenarnya harus melakukan penilaian atas diri sendiri.
  2. Pusat perhatian (fokus) dari seluruh proses adalah pengembangan diri pegawai yang dinilai karena sistem MBS memberikan kesempatan pada kayawan untuk merealisasi kebutuhan akan aktualisasi diri mereka.
  3. Cara ini merupakan suatu pendekatanyang beroriesntasi tidak hanya perbaikan tetapi juga pada inovasi.
  4. Cara ini menumbuhkan komunikasi yang baik dan memperkuat hubungan atasan dan bawahan.
  5. metode ini membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan latihan pegawai.
  6. Karena menetapkan sasaran sendiri, pegawai akan memperoleh rasa puas dan rasa lelah mencapai suatu hasil.

7.   meningkatkan proses pelimpahan wewenang dan tanggung jawab

By Nr. Iman S