Saat saat bahagia kita tidur terlelap di pangkuan ibu
Ibu tak bergerak demi kita, lantaran takut kita terbangun.
Senyum ibu menghantarkan tidur nyenyak kita.
Terima kasih ibu…

saat derita dibalik deruji penghianat Israel..
ibu juga berusaha menyayangi kita, dengan penuh cinta. Ibu tak pernah menularkan deritanya kepada kita, karena ibu tak mau kita merasakan derita apa yang saat ini ibu rasakan.
Ibu selalu memberi senyum kehangatan saat ku tatap sekalipun terluka.
Aku menangis dipelukan ibu, aku merasakan derita ibu dengan batinku. Aku tak mampu berbuat apa-apa, karena aku masih kecil.
Terik matahari menyengat ibu, ibu mencoba melindungi aku..

APAKAH KITA TAHU SAAT KECIL, IBU SELALU MEMBELAI DAN MEMBERI SENYUM KEHANGATAN DIBALIK DERITA IBU, DIBALIK LUKA IBU?

MENGAPA KITA TIDAK PERNAH MENYADARI SEMUA, SAAT KINI KITA SUDAH TUMBUH BESAR ?

AKANKAH  TETAP  LUPA DENGAN JASA DAN PENGORBANAN IBU?


“Ibu… Cintamu Tak Pernah Pudar Oleh Ajal”

“ibu cintamu tak pudar dengan ajal..

Kasih sayangmu banyak telah kau berikan padaku..

aku belum dapat membalas budi baikmu ibu..

tapi kini aku harus berpisah..

bukan rasa sakit karena tembakan dan meriam yang kini ku rasa..

tapi belaian kasih  hangatmu telah membalutku..damai dekapan ibu dalam deritaku terimakasih ibu..

 ibu..tulusnya hatimu kau usap darah ini, kau bersihkan, kau peluk dan cium aku..tapi.. aku.. tak mampu lagi merasakan kehangatan ini, perutku sakit ibu!!.. mungkin ini ajalku ..

darah ini menjadi saksi betapa kasihmu tak pernah padam padaku..

maafkan aku ibu..sekali lagi, maaf ibu, aku sayang Ibu..

aku juga sayang  adik, jaga adik yaa bu..laailaahailallah”



terkadang kita baru menyadari
besarnya kasih sayang ibu terhadap kita
akan terasa di saat ibu sudah tiada…


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah‘ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

[Q.S. al-Israa’ 17:23-24]

By Nr. Iman S