Perkembangan Anak -anak sekarang semakin tumbuh dengan pesat, pemberian gizi semakin sempurna. tumbuh besar tubuh mereka melebihi tahun tahun sebelumnya. namun perkembangan jiwa anak masih luput atas perhatian keluarga, terutama keimanan sehingga justru bukan semakin mengurangi beban keluarga malah sebaliknya. solusi selalu dijalankan namun mengapa permasalahan terus bertambah komplek?

kita tahu bahwa sesunggunya sedikit atau pun banyak gejolak permasalahan yang kita emban bukanlah datang dari yang lain diluar diri kita namun mereka hadir juga karena ulah diri kita sendiri yang senantiasa tidak mematuhi aturan dalam hidup atas pedoman hidup yang sudah disajikan oleh Allah SWT. Namun demikian meraka tetap menyalahkan yang lain, tidak lagi di kembalikan kepada diri mereka sendiri, melainkan dilemparkkan pada siapa saja yang dilihat hingga menyalahkan yang tidak salah. ketika kalut, bingung semua dihadapannya salah, dunia begitu sempit, hidup rumit, rasa tak lega ..yang ada kebetean, hingga dramatisnya orang tua yang melahirkannya pun dituding salah.

ada sebuah kisah singkat seorang ibu:
saat kita kecil terjatuh dan berdarah.
dan ibu melihatnya, ibu segera membantu untuk membalut lukanya agar cepat sembuh, dengan lembut dan penuh kasih ibu membersihkan dan membalutnya, walaupun saat dibalut kita malah yang marah karena perih dan sakit, namun ibu dengan lembutnya coba membantu megobatinya, dengan penuh kawatir kalau-kalau nanti inveksi. sementara saat itu mungkin ibu sedang luka, namun saking sayangnya ibu melupakan rasa sakit yang dideritanya demi kasih sayang buah hatinya. hati ibu berkata..” kecilku sayang kamu cepat sembuh ya ibu sayang padamu” seraya ibu berdoa untuk sikecil buah hatinya..” ya Allah sembuhkan sakit anakku, jaga dan lindungi buah hatiku dengan kasih sayangmu, Amiin”
sebenarnya kita tidak tahu saat itu ibu begitu menderitanya, mungkin saat itu ibu baru dimarahi ayah, mungkin saat itu baru di PHK kerja, bisa jadi ibu baru jatuh kesandung dan berdarah namun mengapa ia melupakan begitu saja rasa sakitnya saat kita sedang sakit. itu bukti kasih sayang ibu pada kita hingga kita tumbuh besar. namun kita yang sudah tumbuh besar makin banyak yang lupa atas jasa ibu bapak kita.
hendak kemana kita?

sesungguhnya Ibu tidak meninggalkanmu anakku tetapi kamu yang meninggalkan ibu, dan menjauh dari saran-nasehat baik ibu.
sungguh Allah tidak meninggalkan kamu dan tidak pergi dari kamu, tetapi hanya kamu yang menjauh dari Allah dan pergi dari Allah.

Asy Syuura (42)

اللَّهُ الَّذِي أَنزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ

Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat ?

Sesunggunya kasih sayang Ayah Ibu begitu tulus dan suci.
jiwamu kini sedang mencari jati diri, yaitu kemana kiblat jiwa akan kau arahkan, kamu yang sedang mencari idola diri dalam hidup ….

anakku kini yang tumbuh besar, kau tergolong remaja dan bahkan menginjak dewasa, saat ini telah menginjak tungkat smk. Namun mengapa Ayah dan Ibu sedih, apalagi ketika kita mulai bersikap lain dari Ibu dan Ayah.
Ayah dan Ibu sebenarnya tahu saat itu kita sedang jatuh cinta, tapi mengapa justru kita yang semakin menjauh dari keduanya.
” Ibu ngurusin amat sih, ini kan urusan anak remaja, kaya ibu nggak pernah remaja aja”, jawab anaknya. dengan sabar ibu berkata, ” iya nak kamu benar, apa ada yang salah ketika Ibu bertanya seperti itu, nak..!!”saut ibu kepada anaknya.
saat itu juga anaknya meninggalkan, dan pergi sepertinya tak mau dengar nasehat Ibu lagi. sementara ayahnya hanya terdiam dan sesekali melihat, dalam hati berkata, ” anakku.. aku sayang sesungguhnya padamu, aku takut kau bertambah marah kalau saja aku ikut bicara…” . lirih ayah sambil berdoa .

itulah kata-kata yang selalu terbit dari ucapan kita saat remaja.
Asal kita tahu saja, disaat kita sedang jatuh cinta sebenarnya saat itulah cintah kasih sayang Ayah dan Ibu terbagi dengan kekasih kita, yang baru dijumpai dan belum seumur jagung lamanya perjumpaan., bahkan cintah kasih sayang seorang kekasih justru mendominasi hati kita dari pada kedua orang tuanya.
andai kita tahu begitu  sakitnya rasa hati ibu juga ayah. karena Ibu yang melahirkan, membesarkan, mendidik dengan penuh cinta, dengan penuh pengorbanan, agar kelak tumbuh . saat kita kecil, kita pernah sakit, Ibu selalu menunggui kita, terkadang bergantian dengan Ayah. Ibu dan Ayah tidak akan pernah mau tidur sebelum kita tertidur lelap, mereka terlihat begitu letih, ngantuk sampai terkadang terjatuh menahan kantuknya, semua tidak lain hanya bentuk cintanya mereka kepada kita. saat tertidur lelap dipandangnya tubuh kita dari kepala hingga kaki, begitu kawatirnya ayah kalau buah hatinya digigit nyamuk dan akan mengusik tidurnya, ayah menunggui kita hingga larut malam, mereka melakukan ini demi kita, hingga kita sembuh. gambaran ini adalah sebagian kecil dari bentuk kasih sayang ibu dan Ayah. sungguh tidak terhingga jasa mereka. dan bentuk kasih sayang mereka tak ternilai walau dengan mutiara sekalipun.
17 tahun sudah kasih sayang Ayah dan Ibu tercurahkan demi kita. senyum ikhlas serta kasih dan sayangnya selalu menyelimuti kita dalam hari-hari saat itu, belaian kehangatan Ibu dan belaian kasih Ayah saat kita duka dan derita senantiasa menjadikan kita damai dan tenang, tak lain hanya agar kita tetap kembali tegar dan kuat menghadapi setiap permasalahan.

dibalik kerasnya kehidupan ibu dan ayah:

mereka bekerja siang malam untuk membesarkan kita. pergi kerja berangkat pagi-pagi, ditempat kerjaan mereka terkadang dimarahi,  saat pulang pun terkadang kehujanan, dan saat panas mereka pun kepanasan. mereka tidak menggunakan kendaraan dan hanya berjalan kaki. bukan mereka tidak mampu membeli,  melainkan hanya memfokuskan uangnya buat kita, buat kebahagiaan kita, hingga kini ibu dan ayah masih terus berjalan. mereka ..Ibu dan Ayah begitu sayang kepada kita.
pulang kerja saat malam tiba, masih saja mengurusi kita, buah hati mereka.

disaat kita terlelap tidur Ayah terkadang menghampiri kita . sekedar untuk membelai dan mencium keningnya serta menyelimuti  dari gigitan nyamuk dan berkata lembut dalam bisikan telinga kita. ” tidur yang nyenyak yah dik” dan berdoa , ” Ya Allah jadikan anakku menjadi anak sholeh yang berguna bagi nusa dan bangsa, juga bagi ku dan ibu, jagalah ia dalam tidurnya hingga esok, Amiin”. senangnya hati ayah melihat kita nyenyak tidur walaupun sebenarnya ayah tidak bisa tidur nyenyak  seperti kita.perlahan ayah meninggalkan kita dalam lelap tidurnya.
Ayah pergi kekamar dan tidur bersama Ibu. Terkadang dalam tidur mereka kurang tenang karena harus memikirkan pekerjaan yang belum selesai. sungguh letih mereka mengurus kita. belum lama rasanya tidur, hari mulai pagi. mereka bergegas untuk kerja kembali. tak lupa ayah mencium buah hati yang tertidur lelap. ” assalamualikum anakku semoga cepat besar, ayah berangkat yaa”. ucap Ayah saat ingin meninggalkan kita ‘tuk bekerja.
begitulah selanjtnya kehidupan mereka, dalam hari – hari hanya tercurhkan buat kita.

Adakah yang dapat menggantikan cintanya dengan yang lain? sadarkah kita jika menduakan kasih dan sayangnya beliau?

puluhan tahun kasih dan sayang Ibu  tercurah untuk kita sebagai anak, hanya lantaran kita memiliki kekasih yang baru dikenal tiba-tiba kita membagi cinta kasih sayang pada ibu juga ayah. dimanakah bentuk kepedulian kita selaku anak kepada ibu juga ayah?.

marah mereka adalah bentuk cintahnya kepada kita!
nasehat dan saran mereka adalah bentuk kasih dan sayangnya kepada kita!
larangan mereka adalah bentuk kepedulian mereka terhadap kita!
semua mereka lakukan terhadap kita untuk menghantarkan kita ke pintu gerbang keberhasilan agar kita menjadi pribadi yang kuat dalam menhadapi segala macam problema hidup. juga untuk meraih cita-cita di masa depan. mereka tidak  mau melihat kita menderita kelak dan juga terlantar.
begitulah Ibu dan Ayah berbuat sepenuh hati kepada kita demi kemajuan dan keberhasilan masa depan.

Setelah Dewasa…

mereka yakin bahwa pada saatnya kita pasti akan berpisah, kita pasti ikut dengan suami, calon pasangan hidup baru kita.
Ayah dan Ibu  sudah cukup membekali kita sampai disini..

“semoga engkau bahagia anakku” lirih mereka saat perpisahan.

Dalam sadarku terkadang kita terucap:

“ayah juga ibu Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.

Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda/i mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.

Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”

semoga kita semua menjadi anak-anak yang soleh dan solehah. yang berguna bagi kedua orang tua kita, nusa bangsa serta agama..Amiin5X ya rabbal alamiin

By Nr. Iman S