BACA DULU SEBELUM KOMEN, KALAU KOMEN TULIS YG MANFAAT. KALAU TIDAK MAKA BER DOA AKAN LEBIH BAIK. HATI YG BURUK, TERKADANG KOMEN NYA BURUK MESKI DENGAN DALIH NASIHAT DLL. KRN KOMEN BERUPA NASIHAT ITU PASTI AKAN ENAK DIBACA OLEH PEMBACA
Life is Short Make it Sweet (Rubah Derita Menjadi Bahagia)
Ayat Indah

“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu….”(QS. Al-Baqarah: 216)
Perumpamaan
Jeruk itu terkadang asam, namun ketika ditambah gula dan sedikit es ia berubah menjadi minuman yang menyegarkan. Begitu pula orang cerdas dan bijak mampu mengubah kerugian, penderitaan, penyakit, kesedihan dan lainnya menjadi kebahagiaan dan keberuntungan. Sebaliknya orang yang tidak mau berfikir akan membuat penderitaan itu semakin besar.
Contoh Dahsyat
• Imam Ahmad bin Hanbal, pengagas Mahzab Ahmad pernah dipenjara dan justeru karena dipenjara ia mampu menulis banyak buku yang akhirnya bisa dinikmati hingga kini.
• Imam Sarkhasi, ulama besar dalam mahzab Hanafi, pernah dilemparkan ke dalam sumur kering. Namun di sumur itu ia berhasil menyusun sebuah kitab fikih sebanyak 20 juz.
• Ibnu Qoyyim Al-Jauzi menulis buku nya yang sangat terkenal Zaadul Ma’ad ketika beliau bersedih dalam perantauan.
• Ibnul Atsir menulis buku tentang Ushul Fikih yang terkenal Jami’ Ushul ketika beliau lumpuh
• Abu Dzu’aib menyusun Syair indah sepanjang zaman Ya Liyadzah ketika semua anak-anaknya mati.
• Sayiid Quthub pernah dipenjara dan ketika itulah ia menulis tafsirnya yang terkenal Fii Zilalil Qur’an
Kalau Anda Terpuruk
Kalau anda terpuruk, tidak mau beranjak dari tempat anda, maka musibah itu akan semakin sakit, sakit dan sakit. Apalagi yang terus menyimpan derita nya dalam hati. Pastilah kesakitan itu membengkak, dan jangan heran hati timbul suuz zhon, penuh kebencian, semua yang dilakukan orang lain salah, banyak komplen, apapun yang dilakukan menyakitkan orang lain. Ada kemarahan dalam semua tindakan nya. Kalau sudah begini dengan apa disembuhkan ??? Tidak ada obatnya kecuali dia sendiri yang harus mengobati nya…karena tidak ada yang sayang pada diri sendiri kecuali diri kita sendiri…..
Jangan seperti orang yang mengumbar semua derita nya kepada orang lain, BAHKAN SAMPAI DITULIS DI WALL FB, setiap orang yang ditemui nya langsung di umbar semua kepedihan nya. Curhat ke ortu, kakak, adik, tetangga, mungkin saja siapa saja yang ditemui nya di FB langsung curhat. Seakan-akan dia orang paling sedih di dunia. Namun ketika senang, ketika bahagia, dia lupa bersyukur, lupa NGASIH ama ortu, nga peduli kalau orang lain butuh bantuan, lupa ngasih makanan ke tetangga…
Banyaklah Berdoa, Sedekah, Zikir, Ikhtiar
Kesedihan, kecewa dan lainya adalah kepastian Allah Swt kepada setiap manusia dan kita tidak bisa menghindarinya.Bahwa kepedihan, kesedihan, kecewa, bingung itu adalah Sunnatullah ditegaskan dalam ayat:
“Alhamdulillahhillazi azhab annal hazan.” ( QS. Fathir: 34 )
“segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita kami..”
Ini menunjukkan bahwa mereka semua pernah mengalami kesedihan ketika hidup di dunia dulu.
Namun jangan terpuruk dalam keadaan itu, hindarkan dan lepaskan kesedihan dan kekecewaan dengan banyak berdoa, baca Qur’an, sedekah, Istighfar dan Taqqorub lainnya.Hingga musibah itu akhirnya bisa menjadikan diri kita dekat dengan Allah Swt, dan bukanya musibah yang akhirnya menjauhkan diri dari Allah. Apalagi Suuz Zhon kepada Allah Swt.
Mungkin saja kebahagiaan itu datang ketika kita sukses melewati musibah. Dan ketika musibah, kecewa, sedih, bingung menerpa lakukan perbuatan yang positif, yang bermanfaat baik bagi diri maupun bagi yang lainnya.
Ketika sakit, ambil tasbih, baca Istighfar, Asmaul Husna sebanyak-banyaknya, sedekah juga uang anda.
Ketika kecewa dan sedih, solat lah malam, baca Qur’an, belajar agama, datangi majelis taklim, ikuti kegiatan Masjid dll.

Doa Penghilang Duka
Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazan, wa audzubika minal ajzi wal kasal, wa audzubika minal jubni wal bukhli, wa audzubika min ghalabatid dain wa qahrir rijal (HR. ABu Daud)
“Ya Allah, aku berlindung pada Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang…”