Masih menurut Allah dalam al-Qur’an, jin dan manusia mendiami alam yang berbeda
( atau istilah lainnya adalah dimensi ) sehingga masing-masing tidak saling berhubungan secara fisik. Tapi ada catatan bahwa kalangan jin memiliki kemampuan untuk bisa ‘melihat’ dan ‘mempengaruhi’ manusia, tapi tidak sebaliknya.
Mempengaruhi di sini ya tidak lain tidak bukan dalam bentuk kerasukan atau jimat. Dalam bentuk ‘penampakan’ (karena batas ‘dimensional’ mencegah terlihatnya wujud asli makhluk ghaib Allah — jin dan malaikat — kecuali atas izin Allah seperti bagi para Nabi dan Rasul, itu pun hanya sebagian dari mereka) jin tidak akan pernah bisa secara fisik mencelakai manusia kecuali melalui tubuh manusia juga, ketika kerasukan itu, dan ini jarang terjadi

“apa tanda kesabarannya?”“ Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. ”
Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”
Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu? ”
“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
OrangYang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “ Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“ Lalu siapa lagi?”
“Orangyang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“apa tanda kesabarannya?”
“ Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”
“Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“apa tanda kesyukurannya ?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. ”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”
“Ali bin Abi Thalib?”
“ Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“aku merasa panas dingin dan gemetar. ”
“ Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”
“ Jika ia berhaji?”
“ Aku seperti orang gila. ”

“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“ Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“mengapa bisa begitu? ”
“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“ apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“taubat orang yang bertaubat.”
“ apa yang dapat membakar hatimu?”
“ istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“sedekah yang diam – diam. ”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu? ”
“Shalat berjamaah .”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“ bagaimana cara makanmu?”
“dengan tangan kiri dan jariku.”
“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk..”
“Siapa tamumu? ”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“ Siapa kekasihmu? ”
“ Orangyang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? ”

“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:” tidak , tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku. ..
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hnaya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“apa saja?”
“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, “Orang – orang bros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”
jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.
sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, “ Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata: “ wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.“
Adapun orang-orang yang meruqyah orang yang terkena gangguan jin dan mereka memungut upah darinya, maka banyak dalil yang datang mencela mereka. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam- bersabda, “Bacalah Al-Qur`an dan jangan kalian makan dengan (hasil)nya.”
Dan juga beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Bacalah Al-Qur`an dan memintalah kalian kepada Allah dengannya, karena akan datang kelak sebuah kaum yang membaca Al-Qur`an lalu mereka meminta (harta) manusia dengan Al-Qur`an.” (HR. Ahmad dari Imran bin Al-Hushain)
Kemudian, manusia dalam memungut upah dari ruqyah syar’iyah ada dua jenis:
Pertama: Dia menjadikan upah tersebut sebagai satu-satunya sumber rizkinya. Dia hanya mengkhususkan pekerjaannya untuk meruqyah dengan tujuan mendapat harta, maka orang seperti ini makan dengan (baca: dari hasil) agamanya. Sebagian ulama salaf ditanya tentang an-nadzl, maka beliau menjawab, “Dia adalah orang yang makan dari hasil agamanya”. Maka mengkhususkan pekerjaan dengan meruqyah untuk mengumpulkan harta, ini tidaklah dibolehkan. Dan harta yang dihasilkan dari pekerjaan semacam inilah yang disinyalir dalam hadits-hadits yang telah berlalu. Allah Maha Mengatahui bahwa kami membenci jenis (pertama) ini, karena dalam amalan mereka tersebut terdapat kehinaan.
Jenis lainnya: Ada orang yang mengambil upah, akan tetapi dia tidak menjadikannya satu-satunya jalan untuk mencari rizki. Ini letak perselisihan di kalangan para ulama, dan yang paling utama adalah tidak mengambil upah tapi hanya mengharapkan pahala di sisi Allah -Ta’ala-. Jika dia mengambil upah, tanpa ada niat untuk mengumpul-ngumpul harta maka ini adalah perkara yang dibolehkan. Sebagian orang yang meruqyah, ada yang sibuk dengan pekerjaan ruqyahnya guna mengumpulkan harta dengan metode lain, yaitu dengan menjual obat-obatan, ramuan-ramuan, madu, habbatus sauda (jintan hitam), dan minyak zaitun. Maka hendaknya diketahui oleh seluruhnya bahwa kebanyakan orang-orang yang terkena sihir dan gangguan jin, tidaklah membutuhkan sesuatu apa pun dari yang seperti itu.
Akan tetapi orang semacam ini terlalu memudahkan masalah ini, sehingga terkadang dia memberikan (baca: menjual) minuman dan minyak ini kepada setiap orang yang datang kepadanya untuk diruqyah. Yang lebih mengherankan lagi, sebagian di antara mereka ada yang meruqyah air lalu menjual air itu. Maka bukan hal yang mengherankan jika mereka bisa mengumpulkan harta yang banyak hingga bisa bersaing dengan para pengusaha, sehingga sangat tepatlah sabda Rasul -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, “Jika kamu sudah tidak punya malu, maka kerjakanlah apa yang kamu inginkan.” Riwayat Al-Bukhari dari Abu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-.
Maka yang kami nasehatkan kepada orang-orang yang terkena penyakit seperti ini (gangguan jin dan sihir) adalah agar mereka mengambil satu atau dua buah kaset serta kitab Hishnul Muslim. Dan barangsiapa yang terkena sihir melalui minuman maka dianjurkan agar meminum sanah, karena ini adalah pengobatan yang bermanfaat bagi laki-laki dan perempuan, kecuali bagi perempuan yang hamil.
Maka hendaknya setiap orang waspada dari sikap bergampangan dalam adab-adab serta batasan-batasan syari’at yang berkenaan dengan meruqyah dengan Al-Qur`an kepada kaum wanita. Tidak boleh meruqyah wanita yang bukan mahram, tidak boleh meruqyah mereka dalam keadaan wajah atau kedua mata mereka terbuka, tidak boleh bagi orang yang meruqyah untuk berkhalwat (berduaan) dengan wanita yang dia ruqyah, dan tidak boleh bagi dia untuk larut dalam pekerjaan meruqyah dengan maksud untuk menikah dengan satu wanita atau lebih.
Akhirnya, saya menasehatkan kepada orang yang meruqyah agar bersemangat dalam menegakkan amalan ini secara sempurna, agar dia menjadikan amalannya itu sebagai dakwah ke jalan Allah, dan agar dia bisa meninggikan jiwanya dari hal-hal yang menguasai dirinya (berupa mengharap dunia, penj.). Kemudian saya mengajak kepada kaum muslimin secara umum dan ahlus sunnah secara khusus, hendaknya mereka menasehati orang-orang yang terkena penyakit di atas (gangguan jin dan sihir) agar mereka mendatangi peruqyah yang telah dikenal dengan kebaikan dan kesholehan, orang yang istiqomah agamanya, dan jauh dari semua kesalahan yang telah dipaparkan. Juga hendaknya mereka menasehati saudara-saudara mereka yang meruqyah agar mereka mau meninggalkan kesalahan-kesalahan mereka. Sebaliknya kepada para peruqyah, hendaknya mereka mau menerima nasehat dari saudara-saudara mereka, karena mukmin yang satu merupakan cermin bagi muslim lainnya. Hendaknya mereka waspada dari orang yang terus-menerus berada di atas penyelisihan-penyelisihan syari’at. Hanya kepada Allah saya meminta agar menjadikan kita sebagai pembuka kebaikan dan penutup (baca: pencegah) kejelekan, dan tidak ada serta upaya kami kecuali dengan pertolongan Allah.
Dalam riwayat Ibnu Majah dengan lafazh:
“Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi seperti ini (tengkurap), tidur seperti ini adalah tidurnya orang yang dibenci atau dimurkai Allah -Subhanahu wa Ta`ala-.”
hadits dari Abu Dzar -radhiallahu ‘anhu-, ia berkata:
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, maka beliau kemudian menggerakkan badanku dengan kaki beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bersabda: ‘Wahai Junaidab, sesungguhnya hanyalah tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka’.
Dengan hadits ini pula semakin jelas bahwa sebab dibencinya tidur tengkurap adalah karena menyerupai tidurnya para penghuni neraka. Wallahu a`lam.
Dibencinya tidur diatas teras atas rumah tanpa adanya batu pembatas
Dalam hal ini diterangkan pada hadits dari Ali bin Syaiban radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang tidur dengan atas rumahnya tanpa pembatasmaka lepaslah penjagaan atasnya.”
Dalam riwayat Ahmad disebutkan:
“Barang siapa yang tidur dengan tanpa sesuatu pembatas (penutup) pun, lepaslah penjagaan atasnya….”

Gejala – gejala Gangguan jin pada manusia

1. Gejala pada waktu tidur :
a. Susah tidur malam, yaitu tidak bisa tidur kecuali setelah lama/bersusah payah
b. Susah bangun, yaitu kebanyakan tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah –ibadah yang diinginkan
c. Cemas, sering terbangun pada waktu malam
d. Mimpi buruk, mimpi melihat sesuatu yang mengancamnya lalu ingin berteriak minta pertolongan tetapi tidak bisa
e. Mimpi melihat berbagai binatang seperti : kucing, anjing, tikus, onta, kuda, monyet, serigala, harimau dll
f. Bunyi gigi geraham beradu pada saat tidur
g. Tertawa, menangis, teriak, mengomel pada saat tidur
h. Merintih pada saat tidur
i. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang sangat tinggi
j. Berdiri dan berjalan dalam keadaan tidur dan tanpa kesadaran
k. Mimpi berada dalam lingkungan pemakaman,didalam kuburan, tempat sampah atau jalan yang mengerikan
l. Mimpi melihat orang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali, hitam sekali
m. Mimpi sangat menyeramkan/melihat hantu
n. Mimpi denga lawan jenis/sama jenis yang sam berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan
o. Mimpi seakan tertindih benda yang sangat berat ( Tidihan-bhs Jawa) dan sulit untuk melepaskan
p. Mendengkur sangat keras
q. Mimpi melihat/bertemu dengan keluarga yang sudah mati,melihat mayat
r. Mimpi berada dalam abad lampau
s. Mimpi terjadi peristiwa dan keesokan harinya terjadi peristiwa yang sama dalam mimpi
2. Gejala – gejala Pada wktu terjaga
a. Sering was – was/ketakutan
b. Suka marah – marah/ emosi tidak terkendali
c. Dorongan kuat untuk bermaksiat
d. Lesu dan malas sekali untuk beribadah
e. Sulit sekali untuk khusu’ dalam sholat ( susah untuk mengingat sudah berapa rokat yang sudah kerjakan )
f. Suka sekali menghayal, melamun, mengurung diri
g. Selalu pusing tidak disebabkan oleh penyakit pada kedua mata, telinga, hidung, gigi, tenggorokan atau lambung
h. Selalu berpaling dari dzikrullah, meninggalkan/meremehkan untuk menegakkan/melakukan sholat dan ketaatan yang lainnya
i. Pikiran selalu linglung, selalu sedih tanpa sebab, jantung deg-degkan tanpa sebab,kesurupan
j. Merasa ada yang mengikuti, mengejar ingin membunuh/mengancam, merasa akan kedatangan seseorang/beberapa orang, merasa akan dilamar seseorang, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan – bisikan agar melakukan sesuatu ( membunuh, memperkosa/bersetubuh dengan anggota keluarga, memukul,bunuh diri dengan meloncat sungai/gedung bertingkat/melintasi rel kereta api diwaktu kereta api lewat)
k. Sering mendengar orang memanggil namanya
l. Sering mencium bau-bauan : wangi( kembang/bunga, menyan/dupa, busuk, anyir,dll )
m. Melihat benda – benda seolah – olah bergerak, berputar, terbalik, miring
n. Melakukan tindakan – tindakan yang aneh/konyol tanpa disadari
o. tiba-tiba dapat meramal/membaca pikiran orang lain/mengetahui apa yang akan terjadi
p. Cemas dan Paranoid ( takut yang berlebihan )
q. Melihat penampakan makhluk halus atau merasakan keberadaan mekhluk halus
r. Rasa sakit pada salah satu anggota badan namaun setelah periksa ke dokter tidak terdapat penyakit secara medis/dokter tidak sanggup mengobatinya
Jika Anda mengalami hal-hal diatas apa yang harus dilakukan ? Lilahkan baca di Halaman LANGKAH PERTAMA JIKA GANGGUAN JIN TERJAD

Pesantren suralaya
Guru ilmu yaitu guru kita di sekolah dan Guru Ruh
Mursyid menurut bahasa adalah setiap yang memberi petunjuk
Contohnya kita bertanya kepada seorang tukang becak dimana rumah pak Abdullah karena kita tidak tahu. Kemudia dia menunjukkan maka dia itu seorang mursyid menurut bahasa. Begitu pula yang memberikan pelajaran dan mampu mendidiknya sehingga berakhlak baik maka dia juga mursyid
Dalam koridor ilmu tasawuf (Tharekat) Mursyid adalah manusia yang atas izin Allah, dia dipertemukan dengan mursid sebelumnya lalu mendapatkan talqin dzikir, mengamalkan tarekatnya dengan benar sehingga sampai tingkatan bersih hatinya terbukti dengan baik akhlaknya terbutki dengan tinggi ilmunya dan tidak mencari murid. Dia mengamalkan untuk dirinya sendiri setelah dilihat oleh orang lain ternyata dia berakhlak mulia berhati bersih arif bijaksana, orang lain minta dibimbing kepada dia. Kemudian dia dilantik secara ruhani oleh silsilahnya maka diikuti oleh orang lain. Calon seorang mursyid itu orang yang atas izin Allah ingin mencari ilmu Allah untuk menjadi hamba Allah yang baik oleh gurunya diberikan ilmu tauhid, fiqih, akhlak, hadits, tasawuf, nahu, sorof dll. Pendeknya seorang mursyid harus seorang yang ‘alim. Oleh Allah masih digerakkan hatinya yang kemudian dipertemukan dengan seorang mursyid. Kemudian tarekatnya diamalkan dengan semua adab-adabnya dengan semangat Wushul Ilallah. Dari sekian ribu bahkan juta muridnya terpilihlah dia. Dipilih oleh Allah melaui gurunya bukan keinginannya sendiri. (karena apabila ada seujung rambut saja dalam hati seorang salik ingin mendapatkan kedudukan dan jabatan maka dia telah gagal, sebelum berangkat).

Dalam kitab Al-Mafaakhirul ‘Aliyah, karya Ahmad bin Muhammad bin ‘Ayyad, ditegaskan, — dengan mengutip ungkapan Sulthanul Auliya’ Syekh Abul Hasan asy-Syadzily ra, — bahwa syarat-syarat seorang Syekh atau Mursyid yang layak – minimal –ada lima:
1. Memiliki sentuhan rasa ruhani yang jelas dan tegas.
2. Memiliki pengetahuan yang benar.
3. Memiliki cita (himmah) yang luhur.
4. Memiliki perilaku ruhani yang diridhai.
5. Memiliki matahati yang tajam untuk menunjukkan jalan Ilahi.