وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”. ( ash-shaaffat:37)

أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللّهَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib. Kemunafikan adalah dosa yang tidak diampuni Allah.

Allah menciptakan manusia dengan perbuatannya, sebuah sekenario yang maha dahsyat, tanpa ada yang menghalangi dan merintangi. perjalanan yang sudah tergores dalam qodlo dan qodhar_Nya. bukan itu saja melainkan segala perbuatan yang nyata dan tersembunyi dimanapun, kapanpun dan siapapu yang melakukan sungguh Allah maha tau, maka hendak kemanakah kita manusia hendak sembunyi diri. semua perbuatan baik dan buruk terkontrol dengan maha telitinya. baginya Pahala untuk yang menjaga kebaikkan dan kelurusan agama dan baginya Azab bagi yang melakukan aniaya atau perbuatan yang merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.

Mungkinkah semakin aku tahu diriku semakin aku tiada?

Hendak dibawa kemanakah kita. sedari dulu manusia bergerak dengan organ-organnya, disadari atau tidak kita berpikir dengan otak, kita melihat dengan mata. bicara dengan mulut … dan seterusnya. namun adakah kita berfikir jauh tentang hakekat hidup dalam diri.

bagian kecil yang tampak dalam diri kita sebenarnya kita repot jua menjawabnya saat kita hayati mengapa dengan bola mata ini kita mampu melihat, bukankah ini salah satu fatamorgana, kebohongan penglihatan. Apakah mungkin dari bola mata ini kita melihat?, yang juga dimiliki oleh mayit yang bergelimpangan, tapi sementara bola mata mereka tidak dapat melihat lagi ?!.  ada apa dibalik ini semua!!

dengan telinga kita mampu mendengar, mungkinkah ada kekuatan dahsyat ditelinga kita sampai telinga mempunyai power untuk mendengar? jika kita tengok mereka yang mendahului kita pun memiliki telinga namun tak berfungsi lagi!!.

bangkai mayat yang bergelimpangan pun semua memiliki organ lengkap dengan kita, hanya saja mereka lebih dulu mendahului kita, yang disebabkan konon karena sudah umur. ada lagi yang mengatakan tentang kematian karena sudah ajal, ada lagi yang berkata karena menderita penyakit kronis yang tak dapat disembuhkan, karena disambar petir, karena terjatuh, dan karena – karena lainnya….

Apakah itu tolak ukur kematian bagi setiap insan ?

Buktinya :

masih banyak dari mereka yang berumur panjang dan belum meninggal.

ada yang sakit parah tapi sehat kembali.

ada yang terjatuh tapi kemudian sehat kembali .

Apakah sebuah rencana dari yang terkecil hingga besar kita tahu dengan mempelajari tolak ukur yang ada dari bangku kuliah S1, S2, S3 dan seterusnya??

harus kah kita belajar hingga professor baru kita sadar, melalui kajian penelitian dan penemuan.

kemana kita saat ini??

kekomplekan tubuh manusia yang tidak bisa dibandingkan oleh komplkeksitasan alam yang maha luas ini, menjadikan kita kembali merenung.

sebagai contoh kecil, setiap air selalu mengalir dari dataran yang lebih tinggi menuju ke yang lebih rendah. hampir diseantero jagat raya tidak diketemukan air yang mengalir dari yang lebih rendah menuju ke yang lebih tinggi.

bahkan para ilmuan pun setuju bahwa kodratnya air menglir dari yang lebih tinggi ke yang lebih rendah.

mari tengok ketubuh ini, badan atau organ manusia. perhatikan dengan seksama dari ujung rambut sampai ujung kaki, daerah manakah yang tidak dialiri air. para ahli setuju ketika ada anggota tubuh yang tidak dialiri air maka lambat atau cepat ia akan mengering dan tak berfungsi lantas mati .  serupa dengan tumbuhan yang tak pernah disiram umumnya pohon akan mengering dan mati.

dari kesimpulan ungkapan tersebut diatas bahwa air mengalir dari atas kebawah dan jika sesuatu tidak terkena air akan mengering dan kemudian mati.  Kepala manusia dari jaman nabi Adam AS sampai dengan jaman Rasulullah masih tetap diatas namun mengapa tidak mengering dan lantas mati.

Maha besar Allah dengan segala Kuasa_Nya. inilah keunikan yang tidak dapat dibantah bahwa di dalam tubuh manusia saja air mengair dari bawah ke atas dan terus dari atas kebawah begitulah seterusnya. keunikan yang sengaja dibuat Allah agar manusia berfikir .

lantas siapakah yang menggerakkan itu semua apakah pompa jantung? apakah hati?, ataukah otot – otot ?

manuisa berjasad demkian pula mayit atau bangkai – bangkai pun berjasad tapi mereka tak mampu lagi melihat, mendengar, bergerak .

artinya ada yang maha dahsyat didalam tubuh kita dan jaraknya tak jauh dengan urat leher kiat…

manusia bergerak karena_Nya, bicara karena_Nya, melihat karena_Nya… jadi apa modal manusia untuk menjalankan hidup.

REJEKI tak perlu dicari sudah Allah sediakan, tinggal kita menjemput dan mengambilnya lewat Ikhtiar dan doa. Allah membuat sekenario yang dahsyat, yang pada akhirnya mau tidak mau kita harus menjalankan untuk menjemput rezeki dan mengambilnya dan usaha dan doa. usaha dan doa cara yang sudah disediakan Allah kepada manusia  dengan berbagai macam cara, ada yang halal ada yang haram dan ada dari keduannya. peran manusia hanya sebatas Usaha dan Doa sementara Allah jua yang menetapkan hasil akhirnya.

mirip Sang Dalang yang sedang memainkan Wayang – Wayangnya di panggung, semua berjalan atas kisah sekenario yang sudah dibuat .

cara usahanya pun masing masing sudah ditentukan oleh Allah. Ada yang menjemputnya menjadi polsi, ada yang manjadi guru ada yang jalan pintas mencopet, memuja dan sebagainya.

semua berperan atas kehendak Allah. jika kita perhatikan sekenario di wayang, film dan sinetron mereka para produser tak ingin kisahnya monoton tak ingin semua baik dan tak ingin semua jahat semua di bentuk variasi agar terkesan menarik dan hidup dicampur aduklah semua peran baik dan peran jahat dalam satu kemas yang variatip. nah tak ada bedanya bukan semua yang hidup ini pasti ada yang baik dan ada yang buruk karena ada neraka dan juga ada surga.

Subhanallah….

batasan hidup sudah ada ukuran waktunya, prediksinya sampai batas waktu 63 tahun, lebih dari itu berarti dispensasi Allah pada hamba_Nya. nasib baik buruk sudah digoreskan dalam lahumahfud. sampai jodoh  dan rezeki masih Allah jua yang turun tangan. jadi adakah peran manusia di bumi?. atau hanya sebagai parasit kah?, benalu kah? atau gak ada bedanya dengan mayit?

dalam Hadits dikatakan bahwa ” BARANG SIAPA MENGENAL DIRI MAKA IA AKAN MENGENAL TUHANNYA ”

” Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya tubuhnya Roh-Nya dan Dia menjadikan kamu pendengaran, pengelihatan, dan hati, tetapi kamu sedikit sekali yang bersyukur” (QS As Sajdah 32:9)

masihkah ada diri kita dalam peran kehidupan ini ?!!

YA ALLAH SEMAKIN AKU TAHU SEMAKIN AKU TIADA..

Doa:

Ya Allah ampuni segala dosa dan noda yang telah aku perbuat selama hidup ini baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang aku ketahui ataupun tidak aku ketahui, yang dulu, yang sekarang maupun nanti.

Ya Allah Engkau tempat aku mengadu..tempat aku memohon pertolongan dan ampunan, naungi aku ya Allah dimana tidak ada naungan kecuali naungan_Mu.

sembuhkan aku dikala aku sakit dengan penyembuhan_Mu, obati aku dengan obat_Mu, ya Allah ..sembuhkan aku dengan kesembuhan yang tidak mendatangkan penyakit lain dan berkahilah, begitu pun dengan kedua orang tuaku.

tenangkan hati dan pikiranku ya Allah, beningkan hati dan pikiranku ya Allah agar senantiasa aku dijalan orang – orang yang engkau ridhoi dan cintai.

Ya Allah ampuni dosa dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangi mereka seperti mereka mengasihi dan menyayangiku dari sejak kecil, ya Allah jagalah mereka seperti mereka menjagaku kala kecil, walau aku tahu sesungguhnya semua atas kehendak_Mu..

ya Allah andai Engkau bertanya padaku ,’ apa yang engkau mau?, sesungguhnya aku mau apa yang Engkau mau ya Allah, tetapkan keistiqomaan ku ini ya Rabb..dengan kebeningan dan keheningan yang penuh berkah..Amiin

By Nr Iman S