etika seorang datang kepadanya dan berkata : saudaraku mengeluh sakit perutnya, atau dalam riwayat lain, kembung perutnya, maka beliau bersabda : minumkan dia madu. Beliau minum madu dicampur air bening.

Sekelompok orang (kaum) datang ke Madinah dan mengadukan bahwa mereka menderita sakit istisqa’ beliau bersabda : ‘Pergilah ke unta shadaqah dan minumlah air seni dan susunya.’ Mereka melakukannya lalu mereka sehat.

Istisqa’ adalah nama penyakit yang disebabkan oleh terlalu banyak gas di perut.

Ketika beliau terluka di perang Uhud, Fatimah ra. mengambil sepotong tikar lalu membakarnya dan menempelkannya ke luka, maka berhentilah darah yang mengalir ke luar.

Beliau mengutus seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab maka dia memotong sebuah sabut dan mengkayynya, beliau bersabda : Obat itu ada tiga : minum madu, jarum bekam, dan kayy, tapi aku melarang ummatku untuk melakukan kayy, beliau juga bersabda, aku tidak suka dikayy, sebagai isyarat bahwa hal tersebut (di lakukan jika tidak terdapat penyembuhan yang lain)  hingga mencegah mudarat karena berobat dengan kayy itu sangat sakit saat pengobatannya.

Kayy : adalah salah satu cara pengobatan dengan media besi panas.

Beliau berbekam dan membayar upah pembekam, beliau bersabda: ‘sesungguhnya waktu yang paling baik untuk berbekam adalah hari ke 17, 19, atau 21 dari setiap bulan hijriyah”. (Shahih Jami’)

beliau bersabda juga : ‘Sebaik baik perobatan kalian adalah berbekam’. Beliau berbekam di kepala  dalam keadaan ihram karena sakit kepala. Dan beliau berbekam di paha karena ada bengkak yang dideritanya. Beliau biasanya berbekam di tiga titik: satu di kahil, yaitu titik tengah diantara dua bahu, dan di kedua sisi leher. Ketika beliau hampir keracunan daging kambing yang diberikan oleh wanita yahudi, beliau berbekam di kahil 3 kali.

Setiap ada yang mengeluh kepada beliau sakit di kepalanya, beliau bersabda : Berbekamlah !, apabila ada yang mengadu sakit di kedua kakinya beliau berkata : warnai dengan daun inai (pacar). (HR Abu Daud).

Dan disebutkan dalam Sunan At Tirmizi dari Salma Ummu Rafi’ RA pelayan Nabi SAW beliau berkata : Nabi SAW tidak ditimpa luka atau terkena duri kecuali beliau menutup luka itu dengan daun inai (pacar). (HR Ibnu Majah)

Beliau bersabda : obat penyakit ‘arqun nasa (encok) adalah lemak kambing yang diminum dengan air bening setiap hari satu bagian (HR Ibnu Majah).

‘Arqun Nasa adalah  rasa sakit yang muncul dari persendian pinggul, dan turun kebagian belakang paha.

.    Rasulullah saw. Bersabda: “sebaik-baik celak kalian ialah al itsmid (antomonium (kimia) seperti logam dengan serat yang terang), karena ia menajamkan penglihatan dan menumbuhkan rambut”.(HR. shahih Abi Daud). Al istmid: adalah celak yang hitam.

.   Rasulullah saw. Bersabda: “barangsiapa di waktu pagi memakan tujuh butir buah kurma dari kurma  al ‘aaliyah, maka dia tidak akan terkena pada hari itu racun dan sihir”.

.   Rasulullah saw. Bersabda: “ jangan kalian memaksa orang yang sedang sakit untuk makan dan minum, karena Allah swt. (Yang langsung) Memberi mereka makan dan minum”. (HR. Tirmidzi, Shahih).

.   Rasulullah saw. Bersabda: “Jika seekor lalat jatuh pada bejana (atau gelas dll) salah seorang diantara kalian maka tenggelamkanlah ia (lalat itu), karena sesungguhnya di salah satu sayapnya mengandung penyakit, sementara sayapnya yang lain mengandung obat”.

Rasulullah saw. Bersabda: “Ambillah habba saudah (biji adas) ini, karena di dalamnya terdapat suatu kesembuhan dari segala penyakit kecuali maut”.

Rassulullah saw. Bersabda: “Berlarilah (menghindarlah) dari penyakit lepra sebagaimana engkau menghindar dari singa”.

Terdapat seseorang dari utusan Bani Tsaqief yang terkena penyakit lepra, kemudian Rasulullah saw. Mengutus seseorang kepadanya untuk mengatkan kepadanya: kembalilah kami telah membai;atmu”.