PENGARUH “Me-Dia_So_Sial”

  • ME = saya
  • Dia = dia / elu
  • So = som som
  • Sial = sial, merugi, tidak beruntung

Jadi ME-DIA_SO-SIAL merupakan  media ON LINE dimana para penggunanya akan mudah berinteraksi satu dengan lainnya didunia maya yang  akan berakibat fatal bagi pengguna yang mengabaikan ke efektivan waktu termasuk mengabaikan keberadaan hubungan sekelilingnya. Hal ini yang pada akhirnya akan menumbuh kembangkan jiwa egois pada lingkungan sekelilingnya yang jelas jelas nyata sehingga terkesan mementingkan diri sendiri , dan akhirnya muncul deh slogan “elu-elu gua-gue”  benih benih nilai  ke som so m yang demikian akan menjauhkan dari keberkahan mengarah pada kesialan. Terkikisnya nilai nilai keharmonisan lingkungan keluarga, organisasi dan sekitarnya dan mengutamakan dunia maya yang tak jelas  dan belum ada kepastiiannya.

  • Soaial media adalah sebuah mediauntuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
  • Sosial media dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa kenal waktu berjalan tanpa tentu hingga 24 jam yang di sediakan masih kurang terus barlalu tanpa henti. Lebih dahsyatnya lagi So_Sial Me–Dia tidak mengenal umur penggunaannya.
  • Interaksi yang terjadi oleh siapa saja dari makhluk hidup sampai benda mati dapat dijadikan So_Sial Me –Dia sebagai inetraksi satu sama lainnya yang penting enak dilihat dan bisa bikin happy
  • Rumah tangga yang mapan tentu memiliki fasilitas yang serba terpenuhi dari kebutuhan sekolah, olah raga maupun dunia hiburan. Dan hiburan yang sedang tumbuh berkembang dengan pesatnya adalah Gadget. Mereka terbuai dengan asyik menikmati hari harinya dengan gadget berinteraksi seharian penuh bahkan sampai terlelap tidur.
  • Meskipun begitu, kemudahan berinteraksi lewat dunia maya ini ternyata tidak begitu mendukungkeharmonisan pernikahan. Pasalnya sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa satu dari antara lima pasangan bertengkar setiap hari karena konflik yang dipicu media sosial. Penelitian ini dilakukan terhadap 2.000 pasangan menikah oleh salah satu perusahaan hukum keluarga, yakni Slater and Gordon.

Dampak Negatif dari ME_DIA – SO_SIAL adalah sebagai berikut :

  • Berkurangnya waktu kebersamaan
    Menghabiskan waktu bersama pasangan, mengobrol, dan berinteraksi langsung merupakan salah satu cara menjaga hubungan harmonis. Namun, saat kita menghabiskan waktu lebih banyak untuk menatap gadget, lantas bagaimana kita bisa mengerti dan memahami perasaan pasangan. Jangan heran bila kemudian tercipta miscommunication, konflik, bahkan perpisaha
  • Meretakan jarak hubungan
    Sadar atau tidak, pasangan yang tenggelam dalam media sosial cenderung menghindari pasangan. Sehingga anda dan pasangan semakin jauh dan membuat ‘jarak’. Inilah yang kelak menjadi pendukung utama dalam perpisahan rumah tangga
  • Memori kekasih
    Godaan terbesar adalah saat kita masih penasaran dengan kabar mantan kekasih. Karena dengan media sosial, kita bebas untukstalkingstatus, bahkan menjalin komunikasi kembali. Bila sudah begini, jangan salahkan pasangan, bila dia kemudian curiga dan cemburu.
  • Berbagi privatisasi yang salah
    Meskipun kita menulis status di media sosial milik sendiri, ketahuilah bahwa hal ini menjadi konsumsi publik dan bisa dibaca oleh siapa saja. Saat kita mempertimbangkan bahwa media sosial dapat merusak hubungan pernikahan, maka tetapkan batas informasi yang disebar melaluinya. Sebab, pasangan kita mungkin membaca dan merasa tersakiti dengan status yang kita tulis sendiri.

    Bila memang ada masalah, bicarakan langsung! Jangan mengeluh atau memancing masalah di media sosial. Toh, anda dan pasangan tinggal seatap. Jadi jangan menyusahkan diri denganupdate statusdi media sosial.

  • Memberikan Prioritasyang salah
    Asyik berselancar di dunia maya mungkin menyebabkan kita lebih mementingkan internet dan mengacaukan prioritas. Update status menjadi adiktif dan harus dilakukan sesering mungkin. Saat kita gagal menentukan prioritas antara keluarga dan media sosial, maka konflik dalam rumah tangga menjadi tak terelakkan.

    Merusak hubungan pernikahan
    Terakhir, pergaulan yang salah akan merusak kebiasaan yang baik. Memulai persahabatan dengan orang-orang yang dapat langsung atau tidak langsung memegaruhi hubungan dengan pasangan dapat mengancam keharmonisan pernikahan.

TINGKAT MENUJU MANUSIA BIJAK/SADAR

Oarang Culas akan dikalahkan dengan orang Cerdik, begitupun orang cerdik akan dikalahkan dengan orang pintar, dalam kehidupan sehari –hari, orang pintar pun akan dikalahkan oleh orang cerdas. Orang cerdas pun akan dikalahkan oleh Sadar (Bijak). Berikut ini adalah karakter masing-masing tahapan:

  1. Orang Culas (Rakus)

Orang yang culas cenderung ingin memiliki atau menguasai apa yang dimiliki atau dikuasai oleh orang lain. Ketika sudah mendapatkan satu, dia ingin mendapatkan dua, demikian seterusnya hingga keinginan tanpa batas. Hanya kematian yang akan memuaskannya. Kematianlah yang membuatnya sadar, padahal saat itu semua sudah terlambat . jika bangsa ini didominasi oleh orang-orang seperti ini, maka tunggulah kehancurannya. Begitupun dengan suatu organisasi yang jauh lebih banyak didominasi oleh orang-orang culas tinggal menanti waktu kehancuran.

Berikut adalah kisah menarik yang dapat menggugah kesadaran kita tentang keCULASan dan keRAKUSan.

Suatu hari ada seorang anak petani yang menemukan satu ekor angsa. Dia membawa pulang angsa itu kerumah. Keesokan harinya angsa itu bertelur, yang anehnya angsa itu mengeluarkan telur EMAS. Betapa bahagianya mereka berdua. Belum lagi sempatbersyukur , esok harinya angsa itu bertelur  emas yang sama. Maka rasa syukur petani malah hilang, dia kemudian menjadi sombong dan rakus. Dalam benak sang petani, tubuh angsa ini pasti memiliki banyak telur emas, dan mereka sudah membayangkan akan menjadi orang kaya raya lebih dari apa yang dia dapatkan hari ini. Pada suatu saat dengan penuh percaya diri dipotonglah sang angsa dengan harapan menemukan ratusan telur emas dalam tubuh angsa ini. Tetapi ternyata mereka tidak menemukan satu telur pun , lalu apa yang terjadi setelah itu? Sejak angsa itu mati, lama kelamaan petanimenjadi miskin kembali dalam waktu yang sangat singkat. Hartanya habis karena kerakusannya sendiri.

  1. Orang Cerdik

Orang rakus atau culas akan kalah dengan orang cerdik.

bicara soal cerdik, kecerdikan sangat erat kaitanya dengan kecakapan dan ketangkasan.  kata ini juga identik dengan kelihaian dalam menipu atau berbohong,  masih ingatkah saat kecil cerita tentang  Sang Kancil?… dalam tradisi Indonesia terutama anak-anak memiliki banyak cerita yang kuat tentang kecerdikan Sang Kancil.

Menurut hasil penelitian yang ada mengagetkan beberapa kalangan intelektual dimana disimpulkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki cerita – cerita rakyat yang mengajak perjuangan dan kepahlawanan. Lihatlah Inggris yang memiliki banyak cerita tentang keteladanan, kesetiaan, cinta pada Negeri dan sebagainya. namun lain di Inggris lain pula di Indonesia. dibangsa kita sudah sejak kecil disugukan cerita sang kancil yang cerdik, tidak aneh kalau pada saat dewasa ia akan menjadi koruptor yang cerdik. Sulit ditangkap dan pandai pula bersilat lidah.

Karakter orang cerdik adalah cepat bergerak, selalu mempunyai strategi jitu, mudah mengelabuhi orang lain, sulit ditebak jalan pikirannya, suka memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadinya, mudah bergaul, mudah bohong, dan sering menyakiti orang lain semata-mata untuk tujuan yang ingin dicapainya. Orang – orang cerdik memang jauh lebih baik dari pada orang culas, tetapi secara kualitas orang cerdik tetap saja kalah dengan orang pintar. Orang cerdik bergerak berdasarkan insting, sementara orang pintar bergerak berdasarkan pengetahuan.

  1. Orang Pintar

Pada saat orang-orang cerdik menggunakan insting sesaat, orang pintar jauh lebih hebat menggunakan kecepatan dalam berpikir. Meraka selalu menggunakan logika matematis dalam segala aspek kehidupan, otak kirinya sangat dominan, selalu berpikir kritis, analitis, linier, pragmatik, ekonomis, fakta, dan bicara keuntungan. Yang lebih berbahayanya adalah ketika orang-orang  pintar justru dikuasai oleh kepintarannya masing-masing sehingga mereka cenderung ingin menguasai, mengontrol, dan memaksa orang lain untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Disinilah perang energy itu dimulai, tanpa disadari keberadaan orang0orang pintar ternyata hanya untuk membodohi orang-orang bodoh.

Banyak orang yang pintar secara keuangan dapat mengatur uang orang lain, tetapi akhirnya membodohi orang orang miskin yang jujur. Juga banyak orang yang pintar secara kesehatan, tetapi akhirnya membuat orang miskin yang sedang sakit menjadi objek penderitaanya. Ada pula orang yang kaya secara keuangan dari hasil menggunakan orang hebat dan berpengaruh sebagai beking, lalu menekan orang lain dengan menjual nama untuk kepentingnnya.

Banyak pula  orang pintar secara intelektual, kenal hebat dikampus, luar biasa dibirokrasi, tetapi akhirnya merugikan Negara dan rakyat. Tidak sedikit pula orang yang terlihat pintar secara sepiritual, menjadi  pemimpin agama tertentu, tetapi dia menipu dan memanfaatkan orang-orang yang percaya padanya untuk memuluskan kepentingannya. Agama menjadi kedok dan alat untuk mendapatkan kepentingan sesaat dan mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Dia mungkin hebat menyampaikan syiar agama, tetapi dia sendiri termakan oleh ucapannya. Orang-orang yang hanya mengandalkan kepintaran lupa bahwa dia belum menaklukkan yang lebih tinggi, lebih hebat, dan lebih kuat dibandingkan orang lain, yakni dirinya sendiri.

  1. Orang Cerdas

Diantara semua yang sudah terbahas, orang cerdas adalah yang terbaik. Dia bicara tidak hanya dengan logika, tetapi juga melibatkan hati, sayangnya orang-orang cerdas masih saja memiliki perasaan “UPS  AND DOWN” . kadang sayang, kadang benci, kadang mudah memaafkan, kadang berat sekali memaafkan. Dia masih mudah terpeleset kedalam pikiran negative. Salah satu yang membedakan orang pintar dengan orang cerdas adalah kemampuan empati yang tinggi dan mampu menganalisis perasaanya sendiri. Kecerdasan adalah nilai eksoterik (luar) pengetahuan, sementara kesadaran adalah nilai esoteric (dalam) dari sebuah pengetahuan.

Kecerdasan bias ditingkatkan dan bisa juga diturunkan. Jadi, bisa saja orang yang sudah kita anggap sangat cerdas akan turun manjadi orang yang sangat pintar. Dan orang yang sangat pintar akan jatuh menjadi orang yang lebih agresif. Kunci kecerdasan yang sukses itu jika mampu mengubah prilaku. Tetapi, tentunya sulit kalau hanya mengandalkan kecerdasan untuk mengubah perilaku. Satu-satunya yang bisa mengubah prilaku (Behavior) adalah kesadaran, awareness!  Disinilah semua akan dimulai. Akan menjadi baik atau lebih buruk tergantung bagaimana anda menemukan awareness.

  1. Orang Sadar (Bijak)

“pada saat kita bodoh, licik dan mungkin saja pintar, kita masih saja ingin menguasai orang lain. Namun, pada saat kita bijak kita justru cenderung ingin menguasai diri kita sendiri”.

–AforismeT7A

Inilah tingkatan yang tertinggi dan utama. Sepintar apapun, selicik apapun, secerdas apapun anda, bila tanpa kesadaran maka semuanya akan menjadi lapisan luar saja. Dia hanya akan berguna untuk mengubah orang lain, tetapi tidak akan mampu mengubah diri anda sendiri. Mereka terfokus untuk mengubah orang lain dan sekelilingnya hingga melupakan dirinya yang utama. Kunci dari AWARENESS adalah menemukan jati  diri yang sejat.  Perubahan pada diri anda terlebih dahulu adalah yang terpenting, karena yang lain akan mengikutinya dari belakang. Dengan menemukan kesdaran itu, kita bisa mengenali  hati nurani, daya imajinasi, dan juga tentunya menemukan kemauan kita sendiri.

Orang yang telah tersadarkan akan menjadi orang yang bijaksana, berhasil memaksimalkan 3 hal utama, yaitu inner vouce (nurani), imagination (impian), dan desire (semangat/gairah). Ketiga energy ini bersatu menjadi kekuatan penuh yang sangat serat makna. Kesadaran membuat kita mampu berdialog dengan suara hati kita masing- masing. Kita juga mampu memaksimalkan kekuatan hati dan pikiran untuk menciptakan masa depan yang cemerlang dan memiliki semangat hidup yang luar biasa tinggi, meskipun banyak masalah, dia tetap tegar dan penuh semangat.

Larangan Berburuk Sangka dan Menggunjing

Pada suatu ketika menghadaplah seorang wanita yang sangat pendek badannya, menghadap kepada Nabi dalam suatu kepentingan, ketika wanita itu sudah keluar, maka Aisyah r.a berkata :
“Betapa pendek wanita itu”. Mendengar perkataan Aisyah r.a, maka Rasul bersabda : “Wahai Aisyah, kamu telah menggunjingnya tentang kelemahan fisik wanita itu sehingga termasuk menyebarkan fitnah.
Dikisahkan dari Amr bin Dinar, bahwa sesungguhnya di kota Madinah ada seorang lelaki yang memiliki saudara perempuan yang tinggal di pinggiran kota Madinah. Pada suatu hari saudaranya itu menderita sakit, ia datang untuk menjenguknya dan menemukan ia sudah meninggal dunia, iapun mengusungnya sampai ke pemakaman sampai mayit dikebumikan telah selesai, kemudian iapun segera pulang kembali kepada keluarganya ke rumahnya, namun setelah sampai di rumahnya ia teringat bahwa kantong punya sahabatnya telah jatuh ke liang kubur dan tertanam bersama mayat saudaranya itu.
Karena mengingat isi kantong itu sangat penting, maka ia bermaksud akan membongkar kuburan saudaranya itu. Setelah mendapatkan izin dari ibunya dan saudaranya ia segera membongkar kuburan, lalu ia mengangkat sebagian tutup liang lahat dengan sangat hati-hati. “Celaka, aduh celaka ………!” Kata orang itu setelah melihat keadaan liang lahat, maka yang mengikutinya segera berkata : “Ada apakah gerangan, sehingga engkau kelihatan kaget dan bilang celaka, ceritakanlah kepadaku apa yang terjadi dengan saudaramu itu?” Maka berceritalah ia, bahwa di dalam liang kubur tampak kobaran api yang sedang menyala-nyala, lalu ia segera menemui ibunya untuk menanyakan perbuatan apa yang telah diperbuat oleh saudara perempuannya itu, ibunya berkata : “Saudarimu itu selalu mendatangi pintu tetangganya dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh tetangganya itu (ngerumpi), kemudian ia menyebarkan fitnah kepada para tetangganya yang lain. Setelah mendengarkan penjelasan sang ibu, maka lelaki itu segera mengetahui bahwa saudarinya itu suka ngerumpi, sehingga menyebabkan ia mendapatkan siksa kubur. Itulah akibat orang yang suka menggunjing dan ngerumpi dan menyebarkan fitnah yang kelihatannya sepele, tetapi sangat mengasyikkan dan menyenangkan.
Sesungguhnya berbicara itu mudah, tetapi berat mempertanggungjawabkannya. Mulut ini bagaikan moncong teko yang hanya mengeluarkan isi teko. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Misalnya, penghinaan kita terhadap seseorang lebih menunjukkan kehinaan diri kita sendiri dibandingkan kehinaan orang yang kita hina. Kritik dan koreksi yang kita sampaikan kepada seseorang kalau tidak hati-hati lebih memperlihatkan kedengkian kita.
Perkataan yang baik adalah pembuktian kemusliman seseorang. Hendaknya setiap orang memastikan bahwa kata-kata yang akan diucapkannya benar-benar baik. Apabila kita tidak yakin akan dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, diam itu lebih baik. Berkata yang baik tentunya akan lebih bermanfaat dibandingkan diam. Akan Tetapi, menghindari akibat dari perkataan yang kurang baik akan lebih utama dibandingkan kita memaksakan berbicara yang akan berakibat jelek kepada diri sendiri maupun orang lain.
Alangkah ruginya apabila waktu kita habis untuk sekedar ngobrol hal-hal yang tidak penting. Terkadang kita tidak bisa memastikan apakah pembicaraan yang kita lakukan itu bermanfaat atau tidak. Bahkan, sering kita tidak berdaya untuk menghindar dari pembicaraan yang berisi fitnah, gunjingan dan permusuhan. Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita kemampuan untuk menjaga lisan agar selalu berbicara yang bermanfaat.
Berdasarkan Al-Qur’an dalam surat Al-Hujuraat ayat 6 yang berkaitan dengan larangan berburuk sangka dan menggunjing berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 11 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat An-Nuur ayat 15 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah benar”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat An-Nuur ayat 23 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Israa ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Fath ayat 6 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Fath ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “……………Dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Qaaf ayat 18 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Qalam ayat 10 – 11 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Humazah ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”.
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Muthaffifin ayat 29 – 31 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata. Dan apabila Orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira”.
Berdasarkan Al-Hadits yang berkaitan dengan ghibah yaitu :
Artinya : “Berhati-hatilah terhadap purbasangka. Sesungguhnya purbasangka adalah ucapan paling bodoh”. (H.R. Al-Bukhari)
Artinya : “Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim, maka Allah akan mengintai- intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah, maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya”. (H.R. Ahmad)
Artinya : “Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang, maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka”. (H.R. Ahmad)
Rasulullah melarang umatnya meneliti dan mencari-cari kesalahan orang lain. Sebab yang demikian hanya akan menghancurkan kerukunan dan kebersamaan kaum muslimin. Di sisi lain ditegaskan bahwa seburuk-buruk suatu kaum adalah kaum yang di antara mereka ada seorang mukmin yang berjalan di kalangan mereka dengan cara sembunyi-sembunyi dan senantiasa meneliti serta mencari-cari kesalahan orang lain.
Artinya : “Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain”. (H.R. Adailami)
Artinya : “Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa, Celakalah dia …… celaka dia”. (H.R. Abu Dawud dan Ahmad)
Artinya : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam”. (H.R. Bukhari-Muslim)
Artinya : “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya”. (H.R. Athbrani dan Al-Baihaqi)
Artinya : “Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai”. (H.R. Muslim)
Artinya : “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk”. (H.R. Al-Bukhari dan Al-Hakim)
Artinya : “Rasulullah saw pernah ditanya : “Ya Rasulullah, apakah tebusan mengumpat?” Jawab Rasulullah : “Hendaklah engkau beristighfar (memohonkan ampunan) kepada Allah bagi orang yang engkau umpat”. (H.R. Thahawi)
Artinya : Dari Hudzaifah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Tidak akan pernah masuk surga orang yang suka mengumpat”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah memberikan solusi kepada umatnya yang terlanjur mengumpat orang lain. Yakni dengan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang diumpatnya. Dengan cara demikian, maka orang yang mengumpat akan mendapatkan maghfirah dari Allah SWT. Sebab bila tidak mendapat maghfirah, orang yang suka mengumpat atau menyebar fitnah pasti masuk neraka.
Artinya : “Barangsiapa di sisinya diumpat saudaranya sesama muslim kemudian dia tidak menolongnya padahal dia dapat menolongnya, maka Allah akan merendahkan dirinya di dunia dan di akhirat”. (H.R. Baghawi dan Ibnu Babawaih)
Artinya : “Barangsiapa mengembalikan kehormatan saudaranya lantaran diumpat, maka Allah berhak untuk memerdekakan dirinya dari neraka”. (H.R. Baihaqi)
Bila ada seorang muslim mengumpat orang lain, maka orang yang berada di sisinya wajib untuk mencegahnya. Yang demikian berarti dia telah memberikan pertolongan kepada saudaranya sesama muslim. Namun bila tidak mencegahnya, berarti dia rela direndahkan martabatnya oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, bila dia memberikan pertolongan dengan cara mencegah, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya di dunia dan di akhirat. Bahkan berhak dimasukkan ke dalam surga. Sedang bila yang diumpat orang fasik, maka tidak perlu membelanya.
Rasulullah sangat membenci orang yang mengumpat, hingga beliau menegaskan bahwa kata-kata umpatan itu apabila dicampur dengan air laut akan mencemarkannya. Ini adalah gambaran tentang betapa bahaya dan besarnya dosa mengumpat. Sebab mengumpat dapat membatalkan pahala amal kebajikan seseorang. Di sisi lain, setan masih merasa mampu dan besar harapan untuk menghancurkan umat manusia sepanjang masih ada kesempatan untuk membuat mereka bersedia mengumpat sesamanya. Padahal ketika melihat Allah disembah oleh umat manusia dengan pelaksanaan shalat, setan sudah merasa putus asa. Itulah bahaya mengumpat, menggunjing, berprasangka buruk dan meneliti kesalahan orang lain.
Artinya : “Dari Abi Musa r.a, dia telah berkata : “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, muslim manakah yang lebih utama?” Jawab Rasulullah : “Orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Orang yang beriman sempurna akan selalu menjaga ucapan dan perbuatannya jangan sampai merugikan dan menyakitkan orang lain. Bila tidak bisa berbicara baik, dia akan lebih memilih berdiam diri. Sebab suka mencela, mengutuk, berlaku keji dan berkata kotor bukanlah kebiasaan orang yang beriman.
Orang yang menutup ‘aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup ‘aibnya pula kelak di hari kiamat. Hindarilah menggunjing, karena menggunjing itu lebih berat (siksaannya) dari berzina”. Para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, apa alasannya menggunjing itu lebih berat dari berzina? Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina, lalu dia mau bertobat, maka Allah tidak akan mengampuninya sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya”.
“Menggunjing itu memang lezat rasanya di dunia, tetapi dapat mengantarkannya ke neraka di akhirat kelak”. Rasulullah saw ketika ditanya tentang kebanyakan hal-hal yang memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab : “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik!” Dan ketika beliau ditanya lagi tentang kebanyakan hal-hal yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan!”. (H.R. Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Takutlah kamu terhadap prasangka. Sebab sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kamu mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling belakang membelakangi . Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadamu. Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak saling menzhalimi, tidak saling merendahkan dan tidak saling menghina. Takwa adalah di sini, takwa adalah di sini”, sambil Rasulullah menunjuk ke arah dada.
Kemudian melanjutkan sabdanya : “Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu”. (H.R. Muslim). Rasulullah secara tegas memerintahkan kepada umatnya agar menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara dan melarang mereka saling mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, saling berlomba-lomba kemewahan, saling mendengki, saling membenci, saling membelakangi, saling menzhalimi, saling merendahkan, saling menghina, saling menjerumuskan, saling mendiamkan dan membeli belian orang lain. Sebab semua itu merupakan akhlak tercela yang tidak pantas dimiliki oleh seorang muslim. Rasulullah mengingatkan pula bahwa antar sesama muslim berkewajiban untuk saling menjaga darah, kehormatan dan harta di antara mereka. Dengan cara demikian, mereka tidak akan pernah saling menghina maupun menzhalimi. Yang perlu dicatat, bahwa Allah sama sekali tidak akan pernah melihat penampilan seseorang, baik bodi tubuh maupun paras muka, tetapi Allah akan selalu memperhatikan hati seseorang. Sebab di sanalah letak ketakwaan kepada Allah.
Dari Watsilah bin Al Asqa’ r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Janganlah engkau menampakkan kegembiraan terhadap saudaramu yang mendapat cobaan. Sebab boleh jadi Allah menyayanginya, kemudian memberi cobaan kepadamu”. (H.R. Tirmidzi). Ketika orang lain mendapatkan musibah, kita tidak diperbolehkan menunjukkan kegembiraan. Karena yang demikian adalah termasuk akhlak tercela dan penghinaan. Sebab, boleh jadi Allah menguji orang tersebut hanya karena akan diberi kasih sayang yang lebih besar lagi, sementara dalam kesempatan lain boleh jadi Allah memberikan ujian yang lebih berat kepada kita.
Dari Ibnu Abbas r.a dari Nabi saw, beliau telah bersabda : “Barangsiapa mengaku bermimpi dengan suatu mimpi yang tidak pernah dilihatnya, maka dia akan dituntut untuk mengikat antara dua butir gandum dan pasti dia tidak akan pernah dapat mengerjakannya. Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum sedang mereka merasa benci terhadap perilaku tersebut, maka pada hari kiamat nanti akan ditumpahkan cairan timah pada kedua telinganya. Dan barangsiapa menggambar suatu gambar, maka dia akan disiksa dan dibebani untuk meniupkan ruh padanya, padahal dia tidak akan pernah dapat meniupkannya”. (H.R. Bukhari)
Orang yang berdusta, orang yang mengintai pembicaraan orang lain dan orang yang menggambar berhala sesembahan, maka akan mendapatkan siksaan yang berat dari sisi Allah. Dia akan dituntut untuk melakukan sesuatu yang mustahil bisa dilakukan, lubang telinganya disiram dengan cairan timah dan disuruh untuk menghidupkan berhala atau gambar yang digambarnya sebagai sesembahan. Yang demikian adalah merupakan siksaan yang sangat pedih lagi berat. Pengertian menggambar suatu gambar adalah membuat suatu gambar benda atau patung yang disediakan untuk beribadah kepada selain Allah. Misalnya : menggambar salib kemudian disembah atau membuat berhala kemudian disembah. Sebab hal tersebut akan memudahkan perkembangan penyembahan terhadap berhala. Karena itu, Islam melarangnya. Lain halnya kalau gambar itu hanya bernilai seni dan dinikmati keseniannya, bukan untuk dipuja dan disembah, maka tidak ada larangan.
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Adakah kalian mengetahui, apakah mengumpat itu?” Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Rasulullah kemudian bersabda : “Engkau menuturkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak menyenangkan”. Lalu ditanyakan : “Bagaimanakah pendapatmu jika apa yang aku katakan itu adalah terdapat pada saudaraku?” Jawab Rasulullah : “Jika apa yang engkau katakan terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah mengumpatnya. Dan jika apa yang engkau katakan tidak terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah membuat kedustaan terhadapnya”. (H.R. Muslim)
Mengumpat adalah bagian dari akhlak tercela. Pengertian mengumpat adalah mengatakan sesuatu tentang orang lain yang apabila dia mendengar merasa tidak senang, sekalipun apa yang dikatakan itu benar adanya. Sebab kalau apa yang dikatakan tidak benar adanya, maka yang demikian adalah termasuk perbuatan dusta, bukan mengumpat.
Dari Anas r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Ketika aku dimi’rajkan, aku melewati sekelompok kaum yang yang mempunyai kuku dari tembaga yang untuk melukai wajah dan dada mereka. Kemudian aku bertanya kepada Jibril : “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?” Jawab Jibril : “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menjatuhkan kehormatan mereka”. (H.R. Abu Dawud) Orang yang senantiasa mengumpat orang lain dan mencari-cari kesalahannya akan disiksa oleh Allah dengan siksaan yang berat. Yakni mencakar-cakar muka dan dada sendiri dengan kuku yang terbuat dari tembaga.
Dari Ibnu Abbas r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya 2 (dua) orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah (mengumpat). Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”. (H.R. Bukhari dan Muslim). Orang yang senantiasa menyebarkan fitnah atau mengumpat sesama muslim kelak dikubur akan mendapatkan siksa yang berat. Demikian pula halnya orang yang tidak hati-hati ketika kencing, sehingga percikan air kencingnya mengenakan tubuh atau pakaian. Dari Sahl bin Sa’ad r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku terhadap apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang berada di antara dua pahanya, maka aku memberi jaminan surga baginya”. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Seseorang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan bohong, menghina dan memfitnah serta menjaga kemaluan dari perbuatan zina, maka Rasulullah memberi jaminan surga baginya. Itulah kemuliaan dan ketinggian derajat memelihara lisan dan kemaluan. Dari Aisyah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Janganlah kamu memaki-maki orang-orang yang sudah meninggal. Sebab mereka telah sampai kepada apa yang mereka lakukan”. (H.R. Bukhari). Mencaci maki dan menghina orang yang sudah meninggal adalah bagian dari akhlak tercela. Karena itu, harus dijauhi oleh setiap muslim. Sebab orang yang sudah meninggal pada hakikatnya sudah sangat dekat dengan keridhaan Allah, sehingga tidak selayaknya dicaci maki.
Ada 4 (empat) sebab mengapa orang menggunjing (ghibah) orang lain :
  1. Karena alasan meredakan amarah diri. Maksudnya, ketika ada seseorang yang membuat marah, maka ia lantas menggunjing orang tersebut hanya karena ingin meredakan amarah dirinya.
  2. Hanya karena ingin menyesuaikan diri dengan teman-temannya atau dengan alasan menjaga keharmonisan.
  3. Ingin mengangkat diri sendiri dan menjelek-jelekkan orang lain.
  4. Menggunjing untuk canda dan lelucon. Dia menggunjing seseorang dengan maksud membuat orang-orang tertawa.

Maka ketahuilah obatnya dengan memahami bahwa menggunjing orang lain akan memancing kemurkaan Allah, menyebabkan pindahnya kebaikan-kebaikan diri kepada orang yang digunjingkan. Dan jika yang menggunjing tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan orang yang digunjingkan akan dipindahkan kepada orang yang menggunjing. (Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qasidin)

Ada 6 (enam) perkara yang tidak mengharamkan bergunjing yaitu :

  1. Dalam rangka kezaliman agar supaya dapat dibela oleh seseorang yang mampu menghilangkan kezaliman itu.
  2. Jika dijadikan bahan untuk merubah sesuatu kemungkaran dengan menyebut-nyebut kejelekan seseorang kepada Penguasa yang mampu mengadakan tindakan perbaikan.
  3. Di dalam Mahkamah, seorang yang mengajukan perkara boleh melaporkan kepada Mufti atau Hakim bahwa ia telah dianiaya oleh seorang Penguasa yang (sebenarnya) mampu mengadakan tindakan perbaikan.
  4. Memberi peringatan kepada kaum muslimin tentang suatu kejahatan atau bahaya yang mungkin akan mengenai seseorang, misalnya menuduh saksi-saksi tidak adil, atau memperingatkan seseorang yang akan melangsungkan pernikahan bahwa calon pengantinnya adalah seorang yang mempunyai cacat budi pekertinya atau mempunyai penyakit yang menular.
  5. Bila orang yang diumpat itu terang-terangan melakukan dosa di muka umum.
  6. Mengenalkan seseorang dengan sebutan yang kurang baik, seperti a’war (orang yang matanya buta sebelah) jika tidak mungkin memperkenalkannya kecuali dengan nama itu.

Orang yang membicarakan yang tidak berguna (batil) akan dimasukkan dalam neraka Saqor dan orang yang suka mencela dan mengumpat akan dimasukkan dalam neraka Huthomah.

Kesimpulan :

  1. Berita kejelekan orang lain bukanlah untuk disebarluaskan, tetapi ini adalah bahan untuk introspeksi diri.
  2. Berburuk sangka, menggunjing, menghina, memfitnah, menertawakan, mencela dan mengolok-olok serta meneliti kesalahan orang lain adalah bagian dari akhlak tercela yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Sebab akan menghancurkan keimanan yang telah tertanam di dalam hati dan hanya akan mengantarkan seseorang mendapatkan laknat Allah sehingga menjadi penghuni neraka.

Sumber :

  1. Agenda Muslimah Menuju Pribadi Muslimah Ideal;
  2. Bahan Renungan Kalbu Penghantar Mencapai Pencerahan Jiwa karangan : Ir. Permadi Alibasyah;
  3. Kumpulan Khutbah Jum’at Para Kiai;
  4. Mengungkap Kisah Nyata dari Zaman ke Zaman karangan : Abdul Hadi AR
  5. Muslim Best of the Best karangan : Abdullah Gymnastiar;
  6. Tawakal Yayasan Pendidikan Islam “Raudhatul Muttaqin” karangan : Farida Hanum
  7. 1100 Hadits Terpilih Sinar Ajaran Muhammad karangan : Dr. Muhammad Faiz Almath.

SOAL SOAL LATIHAN DASAR AKUNTANSI ke 2

Perusahaan Jasa Akuntansi AYAH IMAN SAN TOSO didirikan pada tahun 2013, dengan data transaksi selama satu sebagai berikut:

 

1/11 2013      diinvestasikan dana sebesar Rp 50.000.000,00 dan peralatan sebesar Rp10.000.000,00 oleh Tn Ali

 

2/11 2013      Dibeli seperangkat peralatan computer seharga Rp5.000.000,00 secara kredit

 

3/11 2013      Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp500.000,00 tunai

 

9/11 2013      Diterima  pendapatan jasa sebesar Rp10.000.000,00 tunai atas jasa akuntan yang diberikan

 

16/11 2013   Dibayar biaya transport sebesar Rp50.000,00

 

18/11 2013   Diterima pesanan jasa akuntan yang akan dibayar bulan depan sebesar Rp 10.000.000,00

 

24/11 2013                   Dibayar biaya kebersihan dan keamanan sebesar Rp 500.000,00

 

29/11 2013                   Dibayar biaya gaji karyawan sebesar Rp 4.000.000,00

 

30/11 2013   Diambil dana untuk keperluan pribadi sebesar

Rp 2000.000,00

 

Pertanyaan?

 

  1. Buatlah persamaan dasar akuntansi  sederhana untuk data transaksi tersebut diatas?

 

  1. Masukan persamaan dasar akuntansi yang telah dibuat  kedalam laporan keuangan !

INFORMASI

Mohon maaf karena ada sesuatu hal sehingga saat ini kami baru muncul kembali. Terima kasih atas perhatian para pembaca

Latihan Soal Persamaan Dasar Akuntansi

Pada tanggal 1 Maret 2013 Tn. Santoso di Jakarta membuka usaha kantor Konsulen Pajak Santoso & Co. Selama bulan Maret 2013 terjadi transaksi – transaksi sebagai berikut :

Maret      1.   Diinvestasikan uang tunai ke kas perusahaan ……       Rp 20.000.000

Maret      4    Dibeli peralatan kantor dengan kredit ……………          Rp      500.000

Maret      10  Dibayar sewa kantor untuk bulan Maret 2006 ……       Rp   1.500.000

Maret      18 Dibeli tunai perlengkapan kantor sebesar ……….        .Rp      400.000

Maret      21  Diselesaikan urusan pajak atas pelanggan perkas  .    Rp   2.000.000

Maret      22  Diterima tagihan dari langganan …………………           Rp   2.200.000

Maret      25  Dibayar gaji pegawai ………………………………            Rp   2.600.000

Maret      27  Diselesaikan Biaya sewa ……………………………..             Rp  2.000.000

Maret      27  Pengambilan prive dari kas perusahaan ………….         Rp     500.000

Maret      30  di bayar biaya kebersihan dan keamanan…………..        Rp  1.000.000

Buatlah data ransaksi tersebut diatas dalam:

  1. Persamaan dasar Akuntansi
  2. Laporan keuangan untuk Konsultan Pajak Santoso & Co

PESAN ” AYAH “

Assalamualaikum Wr. Wb

Kepada seluruh Siswa/i berikan yang terbaik pada kedua orang tua dengan kekutan lahir dan bathin, dengan keimanan dan ketaqwaan tiada henti.

jadikan yang terbaik agar lulus dengan gemilang.

LULUS lebih baik dari pada LOLOS!!!!!

Jutaan sisw/i diluar sudah siap bertempur dalam menggapai prestasi kerja maupun belajar. benahi pola pikir dan pola tindak agar disiplin and BE THE BEST STUDENT.

ingat ” keberhasilan Kalian bukan karena teman… bukan karena orang tua… bukan karena guru… tetapi… dari dari diri kalian sendiri,  mereka hanya penunjang motivasi prestasi kalian.

SUKSESS SELALU !!! buat kalian

DIAM ADALAH KEGAGALAN!!!

Anak- anak yang cerdas bahwa hidup senantiasa tak luput dari serangkaian masalah ujian dan hambatan.

Namun janganlah engkau pernah menghindar dari masalah jika kita menghindar  maka sama artinya kita menghindar dari kasih sayang Allah. semoga kita mampu mengimplimentasikan sebuah kata bijak ” jangan katakan bahwa masalah itu besar tapi katakanlah hai masalah bahwa Allah Maha Besar”

Apakah mungkin hidup kita ditanggung teman?, Apakah kita berfikir bahwa hidup kita kelak ditanggung Ayah dan Ibu yang semakin lanjut usianya?

kalau kalian tidak bangkit dan tidak mampu melewati terpaan masalah maka jatuh dan terpuruklah kehidupan selanjutnya, bagaimana kalain mampu membesarkan anak sebagai darah daging kalian sang buah hati, pelepas rindu hati kalian kelak!!?? . bgaimana ketika suara anak mulai terdengar lirih meminta kepada sang Ayah ” Ayah dede laper ….Ayah dede mau kayak temen-temen dede….Ayah nanti pulang beliin dede sepeda yah???

bagaimana kalian mampu membahagiakan dambaan Buah hati kalian.

kita coba dengan “SEMANGAT PAGI” kalian mampu dengan tegar dan kuat bangkit menabung prestasi hidup mengukir kehidupan baru untuk esok .  ” Allah suka orang mukmin yang kuat” ( kuat tempa dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup ) kalian pasti mampu menghadapi segala beban masalah karena janji Allah pasti benar adanya bahwa ” Allah tidak akan memberikan beban diluar batas kemampuan manusia”

Kalian adalah orang – orang yang berhasil dan sukses.

hanya orang DIAM yang GAGAL.

SEMANGAT PAGI  SOBAT..!!!